Jurnalpapuanews.com || Dogiyai – Suasana mencekam menyelimuti jalur utama penghubung Kabupaten Dogiyai dan Paniai pada Minggu (10/5/2026).
Aksi penghadangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga sipil berakhir dengan kontak senjata sengit yang merenggut nyawa satu anggota kelompok pemberontak tersebut.
Tragedi ini bermula saat sebuah kendaraan lintas yang dikemudikan sopir berinisial AP dihadang secara beringas oleh kelompok bersenjata. Informasi yang dihimpun menyebutkan sempat terjadi pertikaian fisik yang mengerikan di dalam kendaraan sebelum aparat tiba. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya patahan laras senjata api di dalam mobil korban, mengindikasikan adanya perlawanan hidup-mati dari sang sopir.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, mengonfirmasi bahwa personel gabungan yang terjun ke lokasi langsung disambut hujan peluru.
”Tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil. Dalam baku tembak yang terjadi, satu anggota KKB berhasil dilumpuhkan di tempat,” tegas Brigjen Pol Jermias kepada awak media.
Situasi kian dramatis ketika aparat berupaya mengevakuasi korban AP yang bersimbah darah. Di tengah upaya penyelamatan nyawa tersebut, kelompok KKB kembali melepas tembakan membabi buta dari arah hutan, memaksa petugas untuk bertempur sambil mengamankan warga sipil.
Korban AP yang mengalami luka serius kini telah dilarikan ke RS Moanemani untuk penanganan medis darurat. Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas menemukan bukti-bukti aktivitas gelap kelompok tersebut: Satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, Amunisi tajam siap pakai, Senjata tajam, panah, serta dokumen internal kelompok.
Hingga berita ini diturunkan, aroma mesiu masih terasa di jalur Dogiyai–Paniai. Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran besar-besaran ke dalam hutan untuk memburu sisa-sisa kelompok yang melarikan diri.
Kawasan tersebut kini dalam status siaga tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak melintas sementara waktu mengingat potensi gangguan keamanan susulan yang masih menghantui wilayah pedalaman Papua Tengah tersebut.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













