Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Agustinus Anggaibak, S.M, mengeluarkan pernyataan tegas terkait polemik pembagian saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Ia meminta masyarakat, khususnya di Kabupaten Mimika, untuk tetap tenang dan tidak gegabah dalam menyikapi pembagian saham sebesar 10% tersebut. (13/05/2026).
Menurut Agustinus, kewenangan mutlak terkait pengelolaan saham tersebut berada di tangan Pemerintah Provinsi Papua Tengah.
Agustinus menekankan bahwa secara konstitusi dan tata kelola daerah, Gubernur Papua Tengah memiliki otoritas penuh untuk mengatur pembagian saham, termasuk jatah 4% yang diperuntukkan bagi masyarakat di daerah terdampak tambang.
”Masyarakat Mimika jangan gegabah. Saya sebagai Ketua Lembaga Kultur mengajak seluruh masyarakat Papua Tengah untuk menyadari bahwa kita harus mampu mengatur rumah tangga sendiri. Jangan lagi mengharapkan ‘gula-gula’ atau janji manis dari pihak luar,” ujar Agustinus dengan nada lugas.
Dalam penjelasannya, Agustinus menggunakan perumpamaan budaya yang mendalam untuk menyentil logika pembagian hasil kekayaan alam di tanah Papua. Ia mengibaratkan kekayaan alam Papua seperti ternak yang dipelihara oleh pemiliknya sendiri.
”Filosofinya, babi yang kita pelihara seharusnya kita sendiri yang potong dan bagikan kepada orang lain. Bukan orang lain yang memotong babi kita, lalu mereka yang membagikannya kembali kepada kita sebagai pemilik. Itu budaya yang salah!” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa sebagai orang asli Papua, masyarakat harus memahami jati diri dan harga diri dalam mengelola hak milik mereka sendiri.
Sebagai pimpinan lembaga kultur, Agustinus menyatakan kewajibannya untuk menjaga kedaulatan sumber daya alam di wilayah Meepago, mulai dari gunung, lembah, hingga laut. Ia menghimbau agar masyarakat tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang diembuskan pihak luar yang hanya ingin memperkeruh suasana.
”Saya berkewajiban melindungi hak-hak dasar masyarakat Asli Papua. Saya harus menyampaikan hal yang benar agar masyarakat, khususnya di Mimika, tidak tersesat oleh informasi yang keliru,” pungkasnya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













