Satu Anggota KKB Tersungkur dalam Baku Tembak Sengit di Papua Tengah, Begini Penjelasan Kapolda

- Penulis

Minggu, 10 Mei 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Dogiyai – Suasana mencekam menyelimuti jalur utama penghubung Kabupaten Dogiyai dan Paniai pada Minggu (10/5/2026).

Aksi penghadangan brutal oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) terhadap warga sipil berakhir dengan kontak senjata sengit yang merenggut nyawa satu anggota kelompok pemberontak tersebut.

Tragedi ini bermula saat sebuah kendaraan lintas yang dikemudikan sopir berinisial AP dihadang secara beringas oleh kelompok bersenjata. Informasi yang dihimpun menyebutkan sempat terjadi pertikaian fisik yang mengerikan di dalam kendaraan sebelum aparat tiba. Hal ini diperkuat dengan ditemukannya patahan laras senjata api di dalam mobil korban, mengindikasikan adanya perlawanan hidup-mati dari sang sopir.

Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Jermias Rontini, mengonfirmasi bahwa personel gabungan yang terjun ke lokasi langsung disambut hujan peluru.

​”Tindakan tegas dan terukur terpaksa diambil. Dalam baku tembak yang terjadi, satu anggota KKB berhasil dilumpuhkan di tempat,” tegas Brigjen Pol Jermias kepada awak media.

Baca Juga:  Satgas Humas Operasi Damai Cartenz Perkuat Sinergi dengan Wartawan di Jayapura

Situasi kian dramatis ketika aparat berupaya mengevakuasi korban AP yang bersimbah darah. Di tengah upaya penyelamatan nyawa tersebut, kelompok KKB kembali melepas tembakan membabi buta dari arah hutan, memaksa petugas untuk bertempur sambil mengamankan warga sipil.

​Korban AP yang mengalami luka serius kini telah dilarikan ke RS Moanemani untuk penanganan medis darurat. Sementara itu, di lokasi kejadian, petugas menemukan bukti-bukti aktivitas gelap kelompok tersebut: ​Satu pucuk senjata api rakitan kaliber 5,56 mm, Amunisi tajam siap pakai, ​Senjata tajam, panah, serta dokumen internal kelompok.

Hingga berita ini diturunkan, aroma mesiu masih terasa di jalur Dogiyai–Paniai. Aparat gabungan TNI-Polri masih melakukan pengejaran besar-besaran ke dalam hutan untuk memburu sisa-sisa kelompok yang melarikan diri.

Kawasan tersebut kini dalam status siaga tinggi. Masyarakat diimbau untuk tidak melintas sementara waktu mengingat potensi gangguan keamanan susulan yang masih menghantui wilayah pedalaman Papua Tengah tersebut.

(YM)

Editor : Yakop Mongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Komit Berantas Narkoba, Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Hasil Penyidikan
Hadapi 134 Hotspot Karhutla, Kapolda Papua Tengah Beberkan Strategi dan Kendala Lapangan
Pimpin Pengukuhan dan Sertijab Pejabat Utama, Kapolres Nabire Minta Kinerja dan Pelayanan Ditingkatkan
​Cegah Karhutla di Nabire, Kapolres Pimpin Langsung Apel Siap Siaga Satgas
Jaga Hak Anak dan Korban, Polres Nabire Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan
HUT ke-81 RI di Nabire: Kapolres Tegaskan Pentingnya Sinergitas dan Pengabdian Nyata
Kobarkan Semangat Nasionalisme, AKBP Samuel Tatiratu Pimpin Kegiatan Taptu di Nabire
Kajari Nabire Lakukan Kunjungan Kerja ke Polres Nabire, Disambut Kapolres
Berita ini 1,131 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 05:22 WIB

Komit Berantas Narkoba, Polres Nabire Musnahkan Barang Bukti Hasil Penyidikan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 13:17 WIB

Hadapi 134 Hotspot Karhutla, Kapolda Papua Tengah Beberkan Strategi dan Kendala Lapangan

Kamis, 27 Agustus 2026 - 03:19 WIB

Pimpin Pengukuhan dan Sertijab Pejabat Utama, Kapolres Nabire Minta Kinerja dan Pelayanan Ditingkatkan

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:56 WIB

​Cegah Karhutla di Nabire, Kapolres Pimpin Langsung Apel Siap Siaga Satgas

Rabu, 19 Agustus 2026 - 09:50 WIB

Jaga Hak Anak dan Korban, Polres Nabire Limpahkan Tersangka dan Barang Bukti ke Kejaksaan

Berita Terbaru