Jurnalpapuanews.com ||Nabire – Malam kelulusan di Kabupaten Nabire yang seharusnya menjadi momen syukur justru berubah menjadi gangguan keamanan. Menanggapi situasi tersebut, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu turun tangan memberikan keterangan resmi pada Senin malam (4/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa kepolisian terpaksa membubarkan aksi konvoi pelajar karena telah memicu kecelakaan lalu lintas dan meresahkan warga sekitar.
Aksi ugal-ugalan tersebut berujung fatal dengan terjadinya dua insiden kecelakaan. Seorang peserta konvoi harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka robek serius di bagian kaki, sementara seorang warga sipil dilaporkan menjadi korban tabrak lari oleh rombongan tersebut.
”Insiden ini menjadi dasar kuat bagi kami untuk melakukan penertiban segera. Kami memohon maaf kepada para orang tua, namun kami sangat mengharapkan kepedulian mereka dalam mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada momen kelulusan seperti ini,” ujar AKBP Samuel.
Dalam proses pendalaman, polisi menemukan indikasi bahwa aksi ini tidak murni sekadar perayaan kelulusan
Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan pemeriksaan intensif terhadap para pemuda yang mayoritas berusia 18 hingga 20 tahun tersebut. Fokus penyelidikan diarahkan pada motif pengibaran atribut terlarang serta dugaan adanya aktor intelektual yang mengoordinir aksi anarkis tersebut.
Adapun Sejumlah barang bukti yang telah disita di Mapolres Nabire: Satu bilah senjata tajam (parang), Satu buah bendera Bintang Kejora, Beberapa unit sepeda motor tanpa surat-surat resmi.
Menutup keterangannya, Kapolres menekankan bahwa seluruh tindakan yang diambil oleh personel di lapangan murni untuk kepentingan keselamatan publik.
”Tujuan kami tunggal, yakni memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas). Lebih baik dilakukan langkah pencegahan yang tegas sekarang daripada membiarkan dampak yang lebih besar merugikan masyarakat di kemudian hari,” pungkasnya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













