Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire bersama Polres Nabire, TNI, PT Pertamina, dan instansi terkait menggelar rapat koordinasi guna membahas penanganan antrean serta pengawasan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Nabire. (18/6/2026).

Dalam rapat tersebut, pihak Pertamina menjelaskan bahwa meningkatnya antrean kendaraan di SPBU dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain kenaikan harga BBM non-subsidi, kuota BBM bersubsidi yang terbatas, kondisi geografis daerah, serta meningkatnya aktivitas ekonomi masyarakat. Pertamina juga mengungkap masih adanya penyalahgunaan BBM bersubsidi dan intimidasi terhadap petugas SPBU.
Bupati Nabire menegaskan perlunya solusi bersama terhadap kendaraan tua yang setiap hari mengantre BBM serta kendaraan dari luar daerah yang beroperasi di Nabire. Bupati juga meminta dukungan TNI dan Polri dalam membantu pengawasan serta penertiban distribusi BBM bersubsidi agar tepat sasaran.

Sementara itu, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., menegaskan akan melakukan penertiban antrean kendaraan yang terbentuk sebelum jam operasional SPBU. Polres Nabire juga tidak akan memberikan toleransi terhadap oknum anggota Polri yang terlibat dalam penyalahgunaan BBM bersubsidi.
Dalam upaya mengurangi antrean dan mencegah penyalahgunaan BBM bersubsidi, sejumlah langkah disepakati, antara lain peningkatan pengawasan SPBU, pelaksanaan sidak gabungan secara rutin, penegakan aturan terhadap kendaraan pelanggar, serta penguatan sosialisasi kepada masyarakat.

Melalui sinergi antara pemerintah daerah, TNI-Polri, Pertamina dan seluruh pemangku kepentingan, diharapkan distribusi BBM bersubsidi di Kabupaten Nabire dapat berjalan lebih tertib, aman, dan tepat sasaran.
Editor : Yakop Mongan













