Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Suasana di jalanan kota Nabire mendadak riuh pada Sabtu (25/04/2026). Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komunitas Mahasiswa Pelajar Puncak (KMPP) turun ke jalan melakukan konvoi sambil membagikan selebaran. Namun, aksi yang semula dimaksudkan untuk sosialisasi ini terpaksa dihentikan pihak kepolisian karena dinilai mengganggu kenyamanan publik.
Aksi ini bukan tanpa alasan. Para mahasiswa bermaksud mengajak warga untuk bergabung dalam aksi damai yang direncanakan pada Senin, 27 April mendatang. Agenda utamanya adalah menyuarakan tuntutan keadilan terkait peristiwa kemanusiaan yang terjadi di Kabupaten Puncak pada pertengahan April lalu.
Namun, metode pembagian selebaran di tengah jalan dan konvoi kendaraan justru memicu kemacetan, hingga warga melaporkannya ke pihak berwajib.
Mendapat laporan warga, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K bergerak cepat. Sebanyak 11 unit sepeda motor dan 1 unit mobil yang digunakan massa diamankan ke Mapolres Nabire.
Menariknya, alih-alih memberikan sanksi keras, Kapolres memilih pendekatan dialogis dan humanis. Di hadapan para mahasiswa, ia memberikan wejangan layaknya seorang ayah kepada anaknya.
”Kami tidak melarang menyampaikan aspirasi, itu hak kalian. Tapi harus dilakukan dengan cara yang tertib dan sesuai aturan,” tegas AKBP Samuel.
Menanggapi arahan tersebut, perwakilan massa aksi menunjukkan sikap ksatria. Mereka mengakui kekhilafan yang sempat mengganggu arus lalu lintas dan menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada masyarakat dan kepolisian.
”Kami mohon maaf kalau tadi agak terlalu ke depan dan mengganggu pengguna jalan. Tujuan kami murni untuk menyuarakan persoalan kemanusiaan di Puncak agar sampai ke telinga DPR,” ujar salah satu perwakilan massa.
Menjelang aksi puncak pada Senin nanti, mereka justru meminta bantuan pihak Polres Nabire untuk melakukan pengamanan ketat guna mencegah adanya penyusup atau pihak lain yang ingin menunggangi aksi damai tersebut.
Setelah sesi dialog yang sejuk, massa akhirnya dibubarkan secara tertib. Tak hanya itu, mereka bahkan mendapat pengawalan dari jajaran Polres Nabire hingga sampai ke rumah masing-masing dengan aman.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













