Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Sinergi aparat gabungan TNI dan Polri kembali membuahkan hasil signifikan dalam upaya menjaga stabilitas keamanan di Papua Tengah. Sebuah markas yang diduga kuat menjadi pusat aktivitas Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di kawasan Kali Nabarua, Distrik Nabire, berhasil dikuasai sepenuhnya pada Minggu, 1 Maret 2026.

Operasi penegakan hukum ini menyasar target Daftar Pencarian Orang (DPO) berinisial AK, yang dikenal sebagai pimpinan kelompok yang kerap menebar teror di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil intelijen, kelompok pimpinan AK terdeteksi berpindah dari wilayah Kimi menuju Kali Nabarua untuk mendirikan kamp persembunyian. Lokasi ini diduga tidak hanya berfungsi sebagai tempat berlindung, tetapi juga sebagai titik pertemuan untuk mobilisasi logistik dan perencanaan aksi gangguan keamanan.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol Gustav Urbinas, menjelaskan bahwa personel gabungan telah melakukan pengamatan mendalam dan penyekatan wilayah sebelum merangsek ke titik sasaran.
“Saat personel mendekati lokasi, kontak tembak tidak terhindarkan. Anggota kelompok tersebut melarikan diri ke arah hutan sesaat setelah kami berhasil menguasai kamp,” ujar Kombes Gustav dalam konferensi pers di Mapolres Nabire, Senin (2/3).
Dalam penggeledahan di lokasi, aparat berhasil mengamankan sejumlah barang bukti krusial yang mengonfirmasi aktivitas militer dan koordinasi kelompok tersebut.
Aset yang disita meliputi 561 butir amunisi, 10 magazen, 12 ponsel, 5 handy talky, uang tunai puluhan juta rupiah, dan 1 bendera Bintang Kejora.
Wakil Panglima Operasi Habema, Brigjen TNI Riyanto, mengonfirmasi adanya satu personel yang terluka akibat rekoset (pantulan) peluru saat kontak senjata terjadi. “Anggota tersebut telah dievakuasi dan mendapatkan perawatan intensif. Saat ini kondisinya sudah stabil dan normal,” tegas Riyanto.
Meskipun kelompok KKB melarikan diri ke arah hutan, aparat gabungan memastikan bahwa operasi pengejaran masih berlangsung ketat. Analisis lapangan menunjukkan bahwa kelompok pimpinan AK masih berada di sekitar wilayah Nabire.
TNI dan Polri berkomitmen untuk terus meningkatkan intensitas patroli dan penindakan demi memastikan situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas) di Papua Tengah tetap kondusif bagi masyarakat.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













