Jurnalpapuanews.com|| NABIRE – Aparat gabungan TNI-Polri berhasil mengevakuasi puluhan karyawan PT Kristalin Eka Lestari menyusul insiden penembakan dan pembakaran pos keamanan yang terjadi pada Sabtu (21/2).
Operasi evakuasi ini dilakukan sebagai respons cepat untuk menjamin keselamatan tenaga kerja di wilayah terdampak.
Wakapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Gustav Urbinas, mengonfirmasi bahwa total 28 personel perusahaan telah diamankan dari lokasi kejadian hingga Minggu malam. Proses pemindahan ini dilakukan di bawah pengamanan ketat guna mengantisipasi gangguan keamanan susulan.
Operasi dipimpin oleh Kapolres Nabire dengan dukungan penuh dari personel Kodim dan Korem setempat. Seluruh karyawan yang dievakuasi dilaporkan dalam keadaan selamat dan tanpa cedera fisik.
Tragedi yang terjadi pada akhir pekan lalu tersebut mengakibatkan dua orang meninggal dunia akibat luka bakar saat fasilitas perusahaan diserang. Menanggapi situasi keamanan yang masih dinamis, manajemen bersama otoritas keamanan mengambil langkah strategis terkait keberlangsungan bisnis.
”Aktivitas operasional PT Kristalin Eka Lestari dihentikan sementara waktu sebagai langkah antisipatif hingga situasi dinyatakan kondusif sepenuhnya,” ujar Kombes Pol. Gustav Urbinas dalam keterangan resminya, Senin (23/2).
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan mengandalkan informasi resmi dari otoritas berwenang agar tidak terpengaruh oleh isu yang dapat memicu eskalasi konflik.
Peristiwa ini menjadi atensi khusus pemerintah daerah mengingat dampaknya terhadap iklim investasi dan penyerapan tenaga kerja di Provinsi Papua Tengah.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













