Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Langkah konkret dalam mendukung ketahanan pangan nasional ditunjukkan oleh jajaran Polri di wilayah hukum Kabupaten Nabire. Melalui sinergi Biro SDM Polda Papua Tengah dan Polsek Makimi, sebanyak 7 ton jagung kering hasil jerih payah petani lokal berhasil diserap oleh mitra Perum Bulog pada Sabtu (14/02).

Pendampingan yang dipimpin oleh AKP Yadang (Biro SDM Polda Papua Tengah) bersama Kapolsek Makimi IPTU Samuel Picauly ini bertujuan untuk memastikan para petani mendapatkan harga yang layak dan akses distribusi yang lancar.
Dalam transaksi tersebut, dua petani lokal menjadi pemasok utama:
• Bapak Rahman: Mendistribusikan 4.400 kg.
• Bapak Rosidi: Mendistribusikan 2.600 kg.
Dengan harga beli yang disepakati sebesar Rp6.400 per kilogram, kolaborasi ini diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi tingkat petani di Distrik Makimi di tengah fluktuasi harga pasar.
Tidak hanya berhenti pada proses penjualan, Polri juga memastikan keberlanjutan masa tanam berikutnya. Sebagai bentuk dukungan operasional, diserahkan bantuan bibit jagung unggul jenis BISI 18 sebanyak 13 kg kepada kelompok tani setempat.
”Kami hadir untuk memberikan rasa aman sekaligus kepastian bagi para petani. Peran Polri di sini adalah memastikan mata rantai dari lahan hingga ke gudang Bulog berjalan tanpa hambatan,” ujar Kapolsek Makimi, IPTU Samuel Picauly.
Kegiatan ini turut dikawal oleh personel gabungan dari Biro SDM Polda Papua Tengah, Polres Nabire, dan Polsek Makimi. Kehadiran aparat di tengah lahan pertanian ini mempertegas bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional yang harus dijaga bersama.
Operasi pendampingan yang berakhir pada pukul 14.30 WIT ini berjalan dengan tertib, menandai babak baru penguatan sektor agraris di wilayah Papua Tengah melalui pengawasan kepolisian yang humanis.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













