Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Wajah sejuk diperlihatkan aparat keamanan dalam mengawal aksi unjuk rasa di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah, Selasa (07/04). Alih-alih pengamanan ketat yang kaku, Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu justru memilih pendekatan hati ke hati untuk menjaga ketertiban.
Langkah ini terbukti ampuh. Massa aksi yang berjumlah ratusan orang mampu menyampaikan aspirasinya dengan tertib hingga kegiatan usai.
“Ketika ada komunikasi yang baik, semua bisa berjalan dengan tenang. Ini bukti bahwa perbedaan pendapat bisa disampaikan dengan cara yang damai,” ungkap AKBP Samuel.
Kehadiran tokoh masyarakat dan kepala suku di samping Kapolres dan Dandim 1705/Nabire memperkuat pesan bahwa kedamaian di Nabire adalah tanggung jawab kolektif. Di akhir aksi, Kapolres secara personal mengimbau massa untuk pulang dengan selamat dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab.
Aksi penyampaian pendapat oleh Front Rakyat Bergerak di Nabire hari ini (07/04) berakhir damai. Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu mengungkapkan rasa syukurnya atas kerja sama semua pihak yang terlibat.
Menutup pernyataannya, Kapolres menekankan pentingnya keselamatan warga di atas segalanya. “Kepulangan masyarakat ke rumah dengan selamat adalah hal yang paling krusial. Mari kita bahu-membahu merawat perdamaian dan kerukunan di Nabire yang kita cintai ini.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













