Usai Pemeriksaan Intensif, 8 Pelajar Pembawa Simbol Terlarang di Nabire Dipulangkan

- Penulis

Senin, 27 Juli 2026 - 02:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || NABIRE — Niat hati ingin menikmati liburan akhir pekan dengan acara bakar-bakar ikan di pantai, puluhan pelajar di Nabire justru berurusan dengan pihak kepolisian. Sebanyak 64 orang – yang didominasi oleh pelajar sekolah menengah – diamankan Polres Nabire setelah kegiatan luar sekolah mereka diduga disusupi oleh oknum pembawa ideologi yang bertentangan dengan Pancasila dan NKRI. (27//72026).

Kejadian ini bermula pada Sabtu pekan lalu usai para siswa menyelesaikan kegiatan ekstrakurikuler di sekolah sekitar pukul 11.00 WIT. Tanpa sepengetahuan pihak sekolah maupun orang tua, kelompok siswa ini bergerak menuju kawasan Pantai Waroki.

Dari total 64 orang yang diamankan, polisi melakuakan pemeriksaan mendalam terhadap 8 orang yang ditengarai menjadi dalang penyebaran pemahaman ekstrem tersebut.

Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., mengungkapkan bahwa dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), petugas berhasil menyita sejumlah barang bukti yang menguatkan adanya aktivitas penyebaran ideologi terlarang.

Barang Bukti yang Diamankan Polisi 2 buah bendera bintang kejora, 1 buah sangkur dan 1 buah pisau, sejumlah buku dan catatan berisi pemahaman ekstrem (radikalisme, liberalisme, dan isu kolonialisme)

Pihak kepolisian menjelaskan bahwa oknum ketua kelompok tersebut mengambil bendera dari kerabatnya di wilayah SP2. Berdasarkan hasil pemeriksaan, para siswa mengaku mengibarkan bendera tersebut dipicu euforia sesaat untuk bersua foto.

Namun, kepolisian menegaskan bahwa di balik alasan “hanya foto-foto” tersebut, ada upaya pembekalan dan edukasi doktrin yang salah kepada para pelajar yang masih berusia remaja.

Kepala Sekolah SMA YPK Tabernakel, Suardiman Dayadi, tak menampik rasa kagetnya saat dihubungi pihak kepolisian di malam hari. Dari 8 orang yang diperiksa intensif, 5 di antaranya merupakan siswanya termasuk 2 alumni, 1 siswa dari SMA IPY, dan sisanya merupakan pelajar sekolah lain.

Baca Juga:  ​Kado Spesial Hari Bhayangkara, Polda Papua Tengah Terima Sertifikat Lahan Makopolda Seluas 34 Hektare

Usut punya usut, acara kumpul-kumpul di pantai tersebut sejatinya dirancang untuk merekrut anggota baru ke dalam organisasi luar sekolah bernama IPPT (Ikatan Pemuda Pelajar Pegunungan Papua Tengah).

​”Di sekolah, kami hanya mengizinkan satu organisasi resmi, yaitu OSIS. Di luar itu tidak ada. Kami kaget karena anak-anak ini pamitnya hanya mau ke pantai bakar-bakar. Ternyata ada agenda perekrutan IPPT dan dihasut oleh oknum tertentu,” terang Suardiman.

Mengingat mayoritas yang terlibat adalah siswa kelas 10 yang baru masuk dan mentalnya masih labil, pihak sekolah dan kepolisian mengambil langkah edukatif ketimbang proses pidana formal.

Sebanyak 56 anak yang tidak terbukti terlibat langsung dalam doktrinasi telah dipulangkan lebih awal setelah dijemput oleh pihak sekolah dan membuat surat pernyataan. Sementara 8 anak yang diperiksa lanjutan dipulangkan pada hari Minggu, dengan kewajiban didampingi orang tua untuk penandatanganan surat perjanjian tidak mengulangi perbuatan.

Pihak sekolah menegaskan tidak akan tinggal diam dan menyiapkan sanksi terukur.

Kasus ini menjadi peringatan keras bagi seluruh elemen masyarakat di Kabupaten Nabire. Peran pengawasan keluarga sangat krusial mengingat keterbatasan jam belajar siswa di sekolah.

Wakapolres Nabire mengimbau para orang tua agar lebih peka dan memberikan edukasi positif secara berkala di rumah. Kegiatan-kegiatan yang bertentangan dengan ideologi negara dinilai hanya akan merusak dan mengancam masa depan para generasi muda Papua.

Pihak sekolah berbasis keagamaan seperti Yayasan Pendidikan Kristen (YPK) pun berjanji akan semakin memperketat pembinaan karakter, nilai kebangsaan, dan penguatan spiritualitas agar para murid tidak mudah terpengaruh provokasi ideologi luar di kemudian hari.

(YM)

Editor : Nay berliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Polda Papua Tengah Gembleng Personel Pahami KUHP dan KUHAP Terbaru
Kapolres Nabire Puji Timsus Berhasil Amankan Dua Motor Diduga Hasil Curanmor
Bongkar Kasus Curanmor, Tim Resmob Polres Nabire Ringkus Terduga Pelaku
Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi
Dinas Perkebunan dan Peternakan Papua Tengah Resmikan Gedung Baru Berbasis Kontainer, Pj Sekda Tekankan Tertib Administrasi
​Polres Nabire Siagakan 650 Personel Gabungan Amankan Aksi Kemanusiaan Mahasiswa Intan Jaya Besok
​Bukan Cuma Main, Anak-Anak TK Kemala Bhayangkari 16 Nabire Seru-Seruan Mengenal Dunia Kepolisian
Semarak HUT ke-4 Papua Tengah: Dari Lomba Yospam Rp130 Juta hingga Peluncuran Program “Bangkit Papua Tengah”
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Juli 2026 - 02:49 WIB

Polda Papua Tengah Gembleng Personel Pahami KUHP dan KUHAP Terbaru

Rabu, 29 Juli 2026 - 11:59 WIB

Kapolres Nabire Puji Timsus Berhasil Amankan Dua Motor Diduga Hasil Curanmor

Senin, 27 Juli 2026 - 02:32 WIB

Usai Pemeriksaan Intensif, 8 Pelajar Pembawa Simbol Terlarang di Nabire Dipulangkan

Sabtu, 25 Juli 2026 - 02:07 WIB

Bongkar Kasus Curanmor, Tim Resmob Polres Nabire Ringkus Terduga Pelaku

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:27 WIB

Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi

Berita Terbaru