Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Aksi bentrok antar-warga pecah di kawasan Kalibobo, Kabupaten Nabire, tepatnya di sekitar Jembatan Kalisapi arah pantai. Peristiwa yang terjadi sekitar pukul 13.00 WIT tersebut melibatkan dua kelompok warga yang berasal dari satu lingkungan kompleks setempat. Dalam insiden saling serang dan lempar batu, tiga warga sipil dilaporkan mengalami luka-luka akibat tembakan senapan angin. (28/9/2026).
Kapolres Nabire, AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K., CPHR., membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia menyampaikan bahwa ketiga korban luka saat ini telah dievakuasi dan tengah menjalani perawatan medis secara intensif di RSUD Nabire.
”Situasi berawal dari aksi saling lempar dan saling serang antar-masyarakat yang berada dalam satu kompleks sendiri. Akibat permasalahan tersebut, ada tiga orang masyarakat sipil yang terkena senapan angin dan saat ini sedang dirawat di RSUD Nabire,” ujar AKBP Samuel D. Tatiratu saat memberikan keterangannya.
Mendapat informasi terkait bentrokan tersebut, personel gabungan yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire segera bergerak cepat menuju lokasi kejadian untuk meredam situasi. Langkah cepat tanggap ini berhasil memisahkan kedua belah pihak yang bertikai sebelum bentrokan semakin meluas.
Keberhasilan penanganan konflik singkat ini tidak lepas dari sinergi kuat antara aparat keamanan dan tokoh lokal. Personel gabungan TNI-Polri, unsur Polda, Brimob, hingga para tokoh adat serta tokoh masyarakat bergerak bersama-sama meredam tensi di lapangan.
”Puji Tuhan, alhamdulillah atas sinergitas bersama TNI-Polri, Satbrimob, Polda, serta bantuan rekan-rekan tokoh adat dan masyarakat setempat, kita berhasil memisahkan kedua belah pihak. Situasi saat ini sudah dapat kita kendalikan sepenuhnya,” tegas Kapolres.
Guna mengusut tuntas motif dan penyebab utama bentrokan, aparat Kepolisian Resor Nabire bergerak cepat mengamankan sekitar 30 orang yang diduga terlibat dalam aksi tersebut. Puluhan warga yang diamankan saat ini sedang menjalani pemeriksaan mendalam oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal Polres Nabire.
Pihak kepolisian fokus untuk mendalami akar permasalahan serta mengidentifikasi pelaku utama yang menyebabkan jatuhnya korban luka.
Mengenai detail kronologi dan pemicu konflik secara menyeluruh, Polres Nabire meminta masyarakat untuk bersabar dan memberikan waktu kepada tim penyidik untuk menyelesaikan proses penyelidikan. Pihak kepolisian berjanji akan menyampaikan perkembangan resmi usai rangkaian pemeriksaan rampung dan situasi benar-benar kondusif.
”Setelah semuanya clear, nanti akan ada pertemuan resmi dan di situ kita sampaikan perkembangan tindak lanjut dari hasil penyelidikan,” tutup Kapolres Nabire.
Editor : Yakop Mongan













