Tapal Batas Mee-Kamoro Memanas, Aparat Amankan Aksi

- Penulis

Jumat, 12 Desember 2025 - 10:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || NABIRE, Papua Tengah — Ribuan aparat keamanan dari Polres Nabire dan Brimob dikerahkan hari ini, Jumat (12/12/2025), untuk mengamankan aksi unjuk rasa damai yang diselenggarakan oleh Lembaga Masyarakat Adat Suku Mee Ogeiye (LMA-O) “Diyoweitopoke”. Aksi ini menyoroti sengketa berkepanjangan terkait tapal batas adat antara Suku Mee dan Suku Kamoro di wilayah Distrik Kapiraya.

Aksi yang melibatkan sekitar 100 orang massa ini dipusatkan di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Tengah, setelah sebelumnya melakukan long march dari Jalan Jenderal Sudirman. Pengamanan ketat dipimpin oleh Wakapolres Nabire, Kompol Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M., melibatkan gabungan 4 regu UKL, 4 SST Brimob, dan 1 SST Dalmas, memastikan aksi berlangsung tertib tanpa mengganggu ketertiban umum.

Setibanya di kantor DPR, perwakilan massa diterima langsung oleh anggota dewan, dan menyerahkan Surat Pernyataan Sikap yang memuat 12 poin penting yang harus segera ditindaklanjuti oleh pemerintah daerah dan pusat.

Baca Juga:  Polda Papua Tengah Laksanakan Aksi Bersih Lingkungan di Pantai Nabire Guna Dukung Kelestarian Alam

• ​Penetapan Tapal Batas Adat: Mendesak segera disahkannya batas-batas wilayah adat yang jelas antara Suku Mee dan Suku Kamoro untuk mencegah konflik horizontal berulang.

​• Penegakan Hukum Konflik Kapiraya: Menuntut penegakan hukum yang adil dan tegas terhadap semua pihak yang terlibat dalam konflik yang telah terjadi di Distrik Kapiraya.

​• Pelarangan Aktivitas Ilegal: Mendesak pelarangan tegas terhadap operasi tambang ilegal (illegal mining) dan penebangan liar (illegal logging) di wilayah adat tersebut.

​• Pemulihan Fasilitas Umum: Menuntut rehabilitasi dan pemulihan fasilitas publik yang rusak akibat konflik.

Meskipun menyangkut isu sensitif tapal batas adat, seluruh rangkaian kegiatan penyampaian aspirasi berlangsung aman, tertib, dan kondusif berkat pengamanan sigap dari aparat kepolisian yang juga bertugas mengatur arus lalu lintas dan memberikan himbauan ketertiban.

​Penerimaan tuntutan oleh DPR Papua Tengah menandai langkah awal formalisasi penyelesaian sengketa adat ini di tingkat legislatif daerah.

(YM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Mendekat ke Masyarakat, Polres Nabire Beri Kejutan Manis untuk Jemaat GKI Imanuel Kota Lama
Gamer Merapat! Kapolres Nabire Gelar Turnamen Mobile Legends Sambut HUT Bhayangkara ke-80
Bakti untuk Negeri: Polres Dogiyai Gencarkan Penyaluran Bansos Jelang HUT Bhayangkara ke-80
​Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan di Dua Kampung
Bareskrim Ringkus Pengendali Keuangan Jaringan Narkotika Internasional Fredy Pratama
Polres Dogiyai Amankan Penyaluran Bansos Sembako Tahap II Tahun 2026
Optimalkan Distribusi, Polres Nabire dan Instansi Terkait Perketat Pengawasan BBM Bersubsidi
Sambut Hari Bhayangkara ke-80, Sinergi Polres Nabire dan Polda Papua Tengah Lewat Turnamen Olahraga
Berita ini 40 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:46 WIB

​Mendekat ke Masyarakat, Polres Nabire Beri Kejutan Manis untuk Jemaat GKI Imanuel Kota Lama

Kamis, 25 Juni 2026 - 11:33 WIB

Gamer Merapat! Kapolres Nabire Gelar Turnamen Mobile Legends Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:09 WIB

Bakti untuk Negeri: Polres Dogiyai Gencarkan Penyaluran Bansos Jelang HUT Bhayangkara ke-80

Rabu, 24 Juni 2026 - 07:00 WIB

​Sambut HUT Bhayangkara ke-80, Polres Nabire Salurkan Bansos dan Layanan Kesehatan di Dua Kampung

Minggu, 21 Juni 2026 - 05:23 WIB

Bareskrim Ringkus Pengendali Keuangan Jaringan Narkotika Internasional Fredy Pratama

Berita Terbaru