Jurnalpapuanews.com || Nabire – Kemeriahan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-4 Provinsi Papua Tengah pada hari kedua, Selasa (21/7/2026), berlangsung penuh antusiasme. Penjabat Gubernur Papua Tengah, Meki Fritz Nawipa, secara resmi membuka Lomba Tarian Yosim Pancar (Yospam) yang diikuti oleh berbagai tim berbakat.

Tidak tanggung-tanggung, panitia menyiapkan total hadiah fantastis sebesar Rp130 juta untuk para pemenang. Namun, Gubernur Meki menegaskan bahwa kompetisi ini bukan sekadar ajang berburu hadiah, melainkan bentuk komitmen menjaga kelestarian tradisi melalui slogan unik masyarakat setempat: “JAMBU” (Jangan Lupa Budaya).
”Yosim Pancar bukan hanya simbolis untuk mendapatkan hadiah, tapi momentum kita melestarikan warisan tradisi. Buktikan teman-teman di Papua Tengah tidak kalah dengan provinsi lain!” ujar Meki Nawipa di hadapan para peserta.
Bahkan, suksesnya acara ini menjadi pijakan awal Papua Tengah yang berencana menggelar perhelatan Yospam berskala lebih besar se-Tanah Papua Papua Raya di masa mendatang.
Selain selebrasi budaya, Pemprov Papua Tengah juga menorehkan langkah konkret dalam pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat peluncuran program “Bangkit Papua Tengah” pada pukul 11:00 WIT. Program kolaborasi antara Dinas Sosial, Bapperida, dan program SKALA ini berfokus pada pemenuhan gizi anak usia dini.
Sebagai tahap awal, sebanyak 1.000 anak berusia 0–4 tahun di 4 kabupaten akan menerima bantuan insentif tunai sebesar Rp350.000 per bulan. Bantuan ini ditujukan agar anak-anak Papua Tengah mendapatkan asupan gizi serta protein yang cukup demi tumbuh kembang fisik dan kecerdasan otak yang optimal.
Rencananya, jangkauan program ini akan diperluas hingga 8 kabupaten pada tahun depan.
Gubernur Meki menyebut spirit program ini terinspirasi dari rekam jejak program kesejahteraan era almarhum Lukas Enembe Mangun Papua. Pemprov Papua Tengah berkomitmen membangun fondasi SDM yang kokoh langsung dari akar rumput.
Di usianya yang ke-4 yang diibaratkan seperti balita yang sedang belajar berdiri tegap – Papua Tengah terus tancap gas dalam penataan infrastruktur pemerintahan. Tahun ini, sejumlah gedung kantor baru tengah diselesaikan, mulai dari bangunan 3 lantai, 5 lantai, hingga 7 lantai.
Melengkapi kemeriahan ulang tahun provinsi, agenda perayaan dilanjutkan pada esok hari dengan menggelar KKR Rohani dan Konser Musik. Gubernur mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk hadir mempererat rasa persatuan.
”Pendidikan gratis, kesehatan, program Bangkit Papua, dan kelestarian budaya hanya akan terwujud kalau kita bersatu. Saat kita bersatu bergandengan tangan, kita sedang meninggalkan jejak kaki yang baik untuk dilanjutkan oleh anak cucu kita,” tutupnya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













