Jurnalpapuanews.com || Kigamani – Musibah kebakaran terjadi di kawasan Perumahan Pemerintah Daerah (Pemda) Tokapo, Distrik Kamuu, Kabupaten Dogiyai, pada Rabu (15/04/2026) sekitar pukul 10.40 WIT.

Satu unit rumah dilaporkan hangus terbakar setelah api dengan cepat membesar dan melahap sebagian besar bangunan. Kebakaran diduga kuat bermula dari ledakan kompor di dalam rumah yang kemudian memicu kobaran api dan dengan cepat merambat, mengingat material bangunan yang sebagian besar mudah terbakar.
Merespon kejadian tersebut, aparat gabungan dari Polres Dogiyai bersama personel BKO Brimob langsung turun ke lokasi. Turut hadir dalam penanganan kejadian ini, Danyon A Nabire Kompol Muhamad Tahir, S.H., Kasat Reskrim Iptu Rusdi, S.H., Kasat Binmas Ipda Ponco Suharyanto, serta PLH Kapolsek Kamuu Ipda Ferryando T. Sinaga, S.H., M.H., bersama personel Polres Dogiyai, BKO Brimob Yon A Pelopor Nabire, dan BKO Brimob Yon C 3 Pelopor Mabes Polri.
Di tengah keterbatasan sarana pemadam kebakaran, sinergi antara aparat dan masyarakat terlihat nyata. Warga setempat secara spontan ikut membantu proses pemadaman menggunakan peralatan seadanya, seperti ember dan jerigen air, guna mencegah api merambat ke rumah lain di sekitar lokasi yang merupakan kawasan perumahan dinas pemerintah.
Upaya bersama tersebut akhirnya berhasil mengendalikan kobaran api, sehingga tidak meluas ke bangunan lainnya. Meski demikian, satu unit rumah tidak dapat diselamatkan dan mengalami kerusakan total.
Di tempat terpisah, PLT Kapolres Dogiyai AKBP Dennis A. Putra, S.H., S.I.K., M.H. menyampaikan apresiasi atas respon cepat personel di lapangan serta kepedulian masyarakat yang turut membantu proses pemadaman.
Ia juga mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan rumah tangga yang berpotensi menimbulkan kebakaran, khususnya kompor berbahan bakar gas, guna menghindari kejadian serupa di kemudian hari.
Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan serta kesiapsiagaan bersama dalam menghadapi potensi bencana kebakaran, terlebih di wilayah dengan keterbatasan fasilitas pemadam kebakaran, sehingga sinergi antara masyarakat dan aparat menjadi kunci utama dalam penanganan awal di lapangan.
Editor : Yakop Mongan













