Polda Papua Tengah Terapkan Restorative Justice dalam Konflik Kwamki Narama

- Penulis

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || TIMIKA – Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., bersama Wakil Bupati Puncak dan Mimika, resmi membebaskan 11 tersangka konflik Distrik Kwamki Narama melalui mekanisme Restorative Justice. (26/02/2026).

Melalui Restorative Justice, Kapolda Papua Tengah bersama Wakil Bupati Puncak dan Mimika resmi membebaskan 11 tersangka konflik Distrik Kwamki Narama.
Melalui Restorative Justice, Kapolda Papua Tengah bersama Wakil Bupati Puncak dan Mimika resmi membebaskan 11 tersangka konflik Distrik Kwamki Narama.

Langkah ini bukan sekadar pembebasan hukum, melainkan manifestasi nyata komitmen Polri dalam menghadirkan solusi yang humanis dan berbasis kearifan lokal di tanah Papua.

Keputusan besar ini diambil bukan tanpa dasar. Proses Restorative Justice bergulir setelah tercapainya kesepakatan damai yang tulus antara kedua belah pihak yang bertikai. Momen krusial ini disaksikan langsung oleh jajaran Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, serta pihak keluarga.

Kombes Pol. Jeremias Rontini menegaskan bahwa hukum tidak selalu harus berakhir di balik jeruji besi, terutama jika ada jalan untuk memulihkan keadaan.

Baca Juga:  ​"Laut Jalan Hidup Kami": Suku Wapoga Apresiasi Bantuan Transportasi Laut Presiden

​”Fokus utama kami adalah pemulihan hubungan sosial. Keadilan restoratif bertujuan menjaga stabilitas keamanan dan memastikan harmoni di tengah masyarakat tetap terjaga,” ujar Kapolda.

Wakil Bupati Puncak dan Mimika memberikan apresiasi tinggi atas pendekatan Polda Papua Tengah yang menghormati nilai adat melalui musyawarah mufakat. Langkah ini dinilai sebagai instrumen efektif dalam meredam konflik di Kwamki Narama.

Dengan bebasnya 11 tersangka tersebut, suasana di Distrik Kwamki Narama kini diselimuti optimisme baru. Momentum perdamaian ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk mencegah konflik serupa di masa depan. Kini, masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan rasa aman, nyaman, dan dalam semangat persaudaraan yang lebih erat.

(YM)

Editor : Yakop Mongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​BMP Sebut Peringatan 1 Mei Momentum Perkuat Persatuan Papua-NKRI
Pantau Pelabuhan Samabusa, Wapres Pastikan Nabire Siap Jadi Ibu Kota yang Mandiri
Kebersamaan yang Menguatkan, Awal Koperasi untuk Warga Tuberwasak
DPRK dan Komunitas Nabire Sepakat Jadikan Balap Motor Laut Event Tahunan
Dari Pesisir untuk Indonesia: Dina Misiro Perjuangkan Balap Motor Laut Nabire Masuk Kalender Olahraga Resmi
Kedepankan Dialog Humanis, Kapolres Nabire Sukses Kawal Aksi Damai Front Rakyat Bergerak
Perkuat Kamtibmas di Papua Tengah, Kapolsek Nabire Barat dan Tokoh Adat Tekankan Sinergi Keamanan
Menanti 10 Hari Lagi: 163 Keluarga di Lubuk Sidup Segera Punya Hunian Baru
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 1 Mei 2026 - 05:16 WIB

​BMP Sebut Peringatan 1 Mei Momentum Perkuat Persatuan Papua-NKRI

Senin, 20 April 2026 - 06:25 WIB

Pantau Pelabuhan Samabusa, Wapres Pastikan Nabire Siap Jadi Ibu Kota yang Mandiri

Jumat, 17 April 2026 - 05:16 WIB

Kebersamaan yang Menguatkan, Awal Koperasi untuk Warga Tuberwasak

Jumat, 10 April 2026 - 08:26 WIB

DPRK dan Komunitas Nabire Sepakat Jadikan Balap Motor Laut Event Tahunan

Jumat, 10 April 2026 - 06:54 WIB

Dari Pesisir untuk Indonesia: Dina Misiro Perjuangkan Balap Motor Laut Nabire Masuk Kalender Olahraga Resmi

Berita Terbaru