Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Aksi penyampaian aspirasi oleh Komite Nasional Papua Barat (KNPB) bersama gabungan komponen perjuangan Papua di halaman Kantor Majelis Rakyat Papua (MRP) Papua Tengah, Senin (3/8/2026), berjalan aman, tertib, dan kondusif. Ratusan massa yang menggelar long march dari tujuh titik di Kota Nabire membubarkan diri secara teratur usai membacakan pernyataan sikap politik mereka.
Massa mulai memadati halaman Kantor MRP Papua Tengah sekitar pukul 11.13 WIT. Sebelum membubarkan diri pukul 13.20 WIT, perwakilan KNPB secara bergantian menyampaikan orasi di hadapan sejumlah anggota MRP Papua Tengah yang hadir mendengarkan dan menerima aspirasi tersebut.
Dokumen sikap politik bertanggal 3 Agustus 2026 yang dibacakan usai orasi memuat pandangan KNPB terkait situasi politik dan kemanusiaan di tanah Papua:
Penegasan Nasib Sendiri: Menegaskan sikap terkait hak penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Papua berdasarkan sejarah politiknya.
Penolakan Pepera 1969: Menyatakan menolak hasil Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) 1969.
Desakan ke PBB: Mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk meninjau kembali resolusi Perjanjian New York 1962 dan pelaksanaan Pepera 1969.
Akses Bantuan Kemanusiaan: Meminta lembaga internasional seperti International Committee of the Red Cross untuk mendorong dibukanya akses bantuan kemanusiaan ke Papua serta mengedepankan penyelesaian konflik secara damai dan demokratis.
Dukungan Pasifik: Mengajak negara-negara anggota Melanesian Spearhead Group (MSG) dan Pacific Islands Forum (PIF) memberikan perhatian khusus terhadap situasi Papua.
Konsolidasi Internal: Menyerukan masyarakat Papua memperkuat persatuan dalam menghadapi persoalan hak-hak masyarakat adat.
Aksi berjalan aman berkat komunikasi terbuka antara pihak kepolisian, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, dan koordinator lapangan (korlap) KNPB. Jalannya pengamanan dipantau langsung oleh Wakapolda Papua Tengah Kombes Pol. Gustav Urbinas, Kapolres Nabire AKBP Samuel Tatiratu, serta Danlanal Nabire Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi.
Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menyampaikan apresiasinya atas kedewasaan seluruh pihak yang terlibat hingga aksi selesai lebih cepat dari estimasi.
”Puji Tuhan, Alhamdulillah, seluruh rangkaian penyampaian aspirasi dari pukul 08.00 hingga 13.20 WIT berlangsung lancar, aman, dan kondusif. Ini berkat kerja sama TNI, Polri, pemda, para tokoh masyarakat, serta komunikasi yang baik dengan rekan-rekan KNPB,” ujar Samuel.
Ia juga mengucapkan terima kasih kepada masyarakat Kota Nabire yang tetap beraktivitas normal dan tidak terpengaruh oleh berbagai isu provokatif yang sempat beredar sebelum aksi digelar.
Di samping itu, Kapolres Nabire meluruskan isu viral yang menyebut adanya peserta aksi yang ditangkap oleh jajaran Polres Nabire.
”Informasi itu tidak benar. Tidak ada peserta yang diamankan karena unjuk rasa. Yang terjadi adalah penanganan murni kecelakaan lalu lintas yang melibatkan salah satu peserta aksi dengan pengguna jalan lain. Prosesnya sesuai prosedur kecelakaan lalu lintas,” tegasnya.
Hingga sore hari, situasi di Kota Nabire dan sekitar Kantor MRP Papua Tengah terpantau aman, damai, dan beraktivitas normal.
(YM)
Editor : Nay berliana













