Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Di bawah langit Papua Tengah, sebuah visi besar tentang kemandirian ekonomi sedang dirajut. Wakil Gubernur Papua Tengah, Deinas Geley, menegaskan bahwa masa depan provinsi baru ini tidak hanya bersandar pada korporasi besar, melainkan pada tangan-tangan kreatif rakyatnya.
Dalam acara Talk Show strategis yang diinisiasi KADIN Papua Tengah, Rabu (25/2/2026), Deinas memaparkan cetak biru pembangunan yang menempatkan masyarakat lokal sebagai pemeran utama, bukan sekadar penonton di tanah sendiri.
Provinsi yang lahir pada Juli 2022 ini memiliki modal raksasa: 1,5 juta jiwa penduduk dan kekayaan alam yang melimpah di delapan kabupaten. Mulai dari emas di perut bumi hingga eksotisme pariwisata berbasis budaya.
”Keragaman potensi ini adalah fondasi. Kita tidak hanya mengejar pertumbuhan angka statistik, tapi memastikan setiap denyut ekonomi itu dirasakan langsung di meja makan masyarakat,” tegas Deinas dengan penuh semangat.
Untuk mewujudkan visi tersebut, Pemprov Papua Tengah telah mengunci lima program prioritas yang menyentuh akar rumput:
• Legalisasi Tambang Rakyat: Mengubah wajah pertambangan rakyat agar lebih tertib, legal, dan aman. Tujuannya jelas: kepastian hukum bagi warga dan kontribusi nyata bagi pendapatan daerah.
• Koperasi sebagai Senjata Ekonomi: Koperasi diaktifkan kembali di seluruh kabupaten. Bukan sekadar papan nama, tapi sebagai alat perjuangan untuk mempermudah akses modal dan pasar.
• Pertanian Modern & Food Estate Lokal: Membuka lahan percontohan berbasis teknologi untuk menjamin ketahanan pangan sekaligus menciptakan pusat pertumbuhan ekonomi baru di wilayah pegunungan dan pesisir.
• Kopi Papua Mendunia: Pembinaan petani kopi menjadi fokus utama. “Ini bukan sekadar menanam pohon, tapi menanam harapan agar kopi kita bisa bersaing di pasar internasional,” ujar Deinas.
• Revolusi Sektor Perikanan: Pembangunan Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Waharia di Nabire dan optimalisasi cold storage di Mimika disiapkan agar hasil laut nelayan lokal tetap segar dan memiliki harga jual tinggi.
Satu hal yang menarik, Deinas menaruh perhatian khusus pada pemberdayaan perempuan melalui UMKM. Baginya, jika perempuan berdaya secara ekonomi, maka ketahanan keluarga akan meningkat secara otomatis.
Di akhir pesannya, Wagub mengajak KADIN, perbankan, dan akademisi untuk meruntuhkan sekat-sekat birokrasi. Ia berharap forum ini menjadi jembatan bagi UMKM untuk mendapatkan modal dengan lebih mudah dan solusi konkret bagi para investor.
”Mari kita sinergi. Papua Tengah adalah masa depan, dan kita akan membangunnya dengan kekuatan kaki kita sendiri,” tutupnya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













