Polisi Ringkus 5 Pengeroyok Anggota URC Polda Papua Tengah di Nabarua, 1 Masih Buron

- Penulis

Kamis, 20 Agustus 2026 - 10:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Polda Papua Tengah mengalami insiden penyerangan saat merespons laporan adanya dua anggota Brimob yang dihadang sekelompok pemuda di Jalan Frans Kaisepo, kawasan Nabarua, Kabupaten Nabire, Kamis (20/8/2026) sekitar pukul 03.00 WIT.

Dalam kejadian tersebut, Brigpol Riccy Kani menjadi korban pengeroyokan dan penikaman. Akibat penganiayaan itu, korban mengalami luka pada bagian wajah serta patah pada rahang sebelah kiri dan harus mendapat perawatan medis di RSUD Nabire.

Kabid Humas Polda Papua Tengah, I Made Suartika, membenarkan adanya penyerangan terhadap salah satu anggota Polda Papua Tengah tersebut.

“Iya, benar. Ada satu anggota Polda Papua Tengah yang menjadi korban penikaman oleh sekelompok pemuda di kawasan Nabarua,” kata I Made saat dikonfirmasi.

Ia mengatakan, kondisi korban memerlukan penanganan lebih lanjut sehingga pihak kepolisian berencana merujuk korban ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, untuk mendapatkan perawatan medis secara lebih intensif.

“Saat ini korban sedang menjalani perawatan medis di RSUD Nabire. Namun, sesuai intruksi Kapolda korban akan kita rujuk ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati, Jakarta, guna mendapat perawatan lebih intensif,” ungkapnya.

Sementara itu, polisi bergerak cepat mengungkap kasus tersebut. Dari enam orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan dan penikaman, lima orang telah berhasil diamankan, sedangkan satu pelaku lainnya masih dalam pengejaran.

“Pelakunya ada enam orang dan lima di antaranya sudah ditangkap. Kini kelima tersangka berinisial KA (27), JSL (22), FS (27), SOW (25) dan JR (33) telah ditahan di Polsek Nabire Kota,” jelas I Made.

Baca Juga:  Hadiri Open House SPH Nabire, Meki Nawipa Siapkan Rp56 Miliar Dukung Fasilitas Pendidikan

Menurutnya, peristiwa tersebut bermula ketika dua anggota Brimob dihadang sekelompok pemuda yang diduga berada dalam pengaruh minuman keras. Kedua anggota tersebut kemudian menghubungi Brigpol Riccy Kani untuk meminta bantuan.

Mendapat laporan tersebut, korban bersama seorang rekannya langsung bergerak menuju lokasi untuk mengecek sekaligus merespons pengaduan tersebut.

“Jadi sebelumnya ada dua anggota Brimob dihadang para pelaku yang diduga dalam kondisi dipengaruhi minuman keras. Kemudian kedua anggota Brimob tersebut menelepon korban, sehingga korban bersama rekannya mendahului ke lokasi kejadian untuk mengecek kebenaran laporan tersebut,” jelasnya.

Namun, setibanya di lokasi, korban justru langsung dikeroyok oleh para pelaku. Dalam aksi tersebut, korban ditikam menggunakan pisau hingga mengalami luka serius pada bagian wajah dan rahang sebelah kiri.

“Akan tetapi, baru sampai di lokasi, korban langsung dikeroyok dan ditikam dengan pisau di bagian wajah. Kejadian itu langsung direspons oleh Tim URC dan Polsek Nabire Kota sehingga berhasil menangkap para pelaku. Sedangkan korban langsung dibawa ke rumah sakit,” ujarnya.

I Made menegaskan, Polda Papua Tengah akan memproses para pelaku sesuai dengan hukum yang berlaku. Polisi juga telah melengkapi sejumlah alat bukti untuk mendukung proses penyidikan.

“Saat ini laporan polisi dan hasil visum et repertum telah dibuat dan dijadikan sebagai barang bukti untuk memproses para pelaku sesuai dengan perbuatannya,” tegasnya.

Ia menambahkan, satu pelaku yang masih melarikan diri terus diburu oleh aparat kepolisian. Polda Papua Tengah memastikan proses hukum terhadap para pelaku akan dilakukan secara tegas dan profesional.

Editor : Nay berliana

Sumber Berita: Humas Polda Papua Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

​Polisi Selidiki Kematian Mendadak PNS 58 Tahun di Kompleks Cafe Star Nabire
Bahas Laporan APBD 2025, DPRK Nabire Gelar Rapat Paripurna Bersama Pemkab
Kapolres Nabire Pimpin Pengamanan Aksi Aspirasi ABH di PN Nabire secara Humanis
Sidang ABH di Nabire Berlangsung 16 Jam, AKBP Samuel Tatiratu Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif
Hadiri Open House SPH Nabire, Meki Nawipa Siapkan Rp56 Miliar Dukung Fasilitas Pendidikan
Geger Penemuan Mayat Membusuk di Rumah Kosong Nabire, Polisi Buru Identitas Korban
Hadapi 134 Hotspot Karhutla, Kapolda Papua Tengah Beberkan Strategi dan Kendala Lapangan
Pimpin Pengukuhan dan Sertijab Pejabat Utama, Kapolres Nabire Minta Kinerja dan Pelayanan Ditingkatkan
Berita ini 58 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 1 September 2026 - 08:55 WIB

​Polisi Selidiki Kematian Mendadak PNS 58 Tahun di Kompleks Cafe Star Nabire

Senin, 31 Agustus 2026 - 13:47 WIB

Bahas Laporan APBD 2025, DPRK Nabire Gelar Rapat Paripurna Bersama Pemkab

Senin, 31 Agustus 2026 - 10:59 WIB

Kapolres Nabire Pimpin Pengamanan Aksi Aspirasi ABH di PN Nabire secara Humanis

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:41 WIB

Sidang ABH di Nabire Berlangsung 16 Jam, AKBP Samuel Tatiratu Pastikan Berjalan Aman dan Kondusif

Jumat, 28 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Hadiri Open House SPH Nabire, Meki Nawipa Siapkan Rp56 Miliar Dukung Fasilitas Pendidikan

Berita Terbaru