Puncak Jaya || Jurnalpapuanews.com — Lembaga Masyarakat Adat Kabupaten Puncak Jaya menggelar tradisi Bakar Batu yang dirangkaikan dengan kegiatan Sosialisasi dan Bakti Sosial di Kampung Kulirik, Distrik Kulirik, Kabupaten Puncak Jaya, Papua Tengah, pada Rabu (26/8/2026).
Mengusung tema “Melalui Lembaga Masyarakat Adat Kab. Puncak Jaya Bersama Membangun Kebersamaan, Kepedulian, Kesejahteraan Masyarakat, Serta Menjaga Kamtibmas di Kab. Puncak Jaya”, kegiatan ini berpusat di kediaman Kepala Suku Ilamburawi, Omanggen Wanimbo.
Acara yang berlangsung sejak pukul 08.00 hingga 14.00 WIT tersebut dihadiri sekitar 100 warga yang terdiri atas tokoh adat, tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh perempuan, aparat kampung, hingga warga setempat.
Rangkaian acara diawali dengan doa bersama yang dipimpin oleh Ketua Majelis GIDI Dodobaga, Dekirenius Telenggen. Setelah itu, warga bergotong-royong menyiapkan bahan makanan seperti ubi, sayuran, dan ayam untuk dimasak dalam olahan batu panas khas Papua.
Usai prosesi Bakar Batu dan makan bersama pada pukul 13.00 WIT, acara dilanjutkan dengan sesi sosialisasi dan penyampaian aspirasi masyarakat. Dalam kesempatan tersebut, Omanggen Wanimbo menampung berbagai dorongan pembangunan dari warga serta menyampaikan pesan-pesan keamanan dan ketertiban masyarakat.
Dalam pembacaan poin aspirasi, warga Distrik Ilamburawi mengharapkan adanya perhatian serius dari pemerintah daerah terkait infrastruktur dasar:
•Peningkatan kualitas jalan dan pembangunan jembatan penghubung antar-kampung untuk mempermudah mobilitas warga yang selama ini terhambat.
•Realisasi program pemerintah yang bertahap dan nyata hingga ke tingkat kampung pedalaman agar manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.
Selain menyampaikan aspirasi fisik, Omanggen Wanimbo menegaskan pentingnya menjaga stabilitas keamanan daerah. Ia mengonfirmasi bahwa kondisi Kabupaten Puncak Jaya saat ini berada dalam keadaan aman dan kondusif.
”Kami mengajak seluruh warga untuk terus menjaga persatuan, menyelesaikannya setiap persoalan melalui musyawarah, serta mendukung program pemerintah yang bertujuan memajukan daerah,” ujar Omanggen.
Kegiatan diakhiri dengan pengambilan video testimoni dukungan masyarakat terhadap pembangunan daerah sebelum ditutup secara resmi pada pukul 14.00 WIT dalam situasi tertib, aman, dan lancar.
Editor : Nay berliana













