Perahu Bermesin 2 Hilang di Perairan Yapen–Waropen, Ditpolairud Polda Papua Tengah Sisir Nabire

- Penulis

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Papua Tengah terus bergerak melakukan pencarian terhadap sebuah perahu motor yang dilaporkan hilang saat dalam perjalanan dari Kabupaten Kepulauan Yapen (Serui) menuju Kabupaten Waropen, Provinsi Papua.

Perahu motor berwarna putih yang menggunakan dua mesin tempel masing-masing berkekuatan 15 PK tersebut bertolak dari Serui pada Minggu (23/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Perahu itu membawa lima orang, terdiri dari satu motoris dan empat penumpang.

Kelima orang tersebut yakni Amsal Yowei selaku motoris, Malfin Yowei sebagai masyarakat, serta tiga anggota Polres Waropen, masing-masing Bripda Lamek Abon, Bripda Farel Raunsai dan Bripda Melfin Maniani.

Direktur Polisi Perairan dan Udara (Dirpolairud) Polda Papua Tengah Kombes Pol. Mas Anton Widyodigdo mengatakan pihaknya telah menerjunkan personel untuk membantu pencarian perahu tersebut.

“Ini hari ketiga kita ikut melakukan pencarian. Personel terus bergerak menyisir sejumlah wilayah perairan yang diduga menjadi jalur hanyutnya perahu. Kami juga berkoordinasi dengan seluruh unsur terkait dan masyarakat pesisir untuk mendapatkan informasi sekecil apa pun yang dapat membantu menemukan lima orang yang berada di dalam perahu,” kata Mas Anton, Rabu (26/8/2026).

Ia menjelaskan, informasi mengenai kondisi perahu pertama kali diketahui setelah salah satu penumpang, Bripda Lamek Abon, menyampaikan informasi melalui grup komunikasi bahwa rombongan mengalami kondisi hanyut di tengah laut.

“Berdasarkan informasi terakhir yang diterima tim, perahu tersebut diduga hanyut ke arah barat menuju perairan wilayah Kabupaten Nabire, Papua Tengah,” jelasnya.

Pencarian Diperluas

Pada hari pertama, tim melakukan pencarian di sejumlah wilayah perairan, di antaranya Mor, Mambor dan Wapoga. Namun, upaya tersebut belum membuahkan hasil.

Memasuki pencarian berikutnya, wilayah penyisiran diperluas dengan melibatkan unsur SAR menuju perairan Nabire Timur.

Baca Juga:  Hari HAM Sedunia: Nabire Kondusif, Aksi Massa Tuntut Isu Krusial Papua Tengah

Pencarian dilakukan dengan metode penyisiran permukaan laut sekaligus menyusuri sejumlah pesisir pantai yang diperkirakan menjadi lokasi yang memungkinkan perahu terbawa arus.

Beberapa sektor yang menjadi sasaran pencarian meliputi Sektor A di sekitar perairan Kampung Napan, Distrik Napan; Sektor B di sekitar perairan Pulau Moor, Distrik Kepulauan Mora; serta Sektor C di sekitar Pulau Babi, Distrik Kepulauan Mora.

Tim kemudian melanjutkan penyisiran menuju wilayah Wapoga. Dari wilayah tersebut, personel bergerak menuju Kampung Hariti, Mambor dan sejumlah pulau di sekitarnya guna memperluas sektor pencarian.

“Dalam pelaksanaannya, personel Ditpolairud juga terus berkoordinasi dengan masyarakat di wilayah pesisir. Informasi dari masyarakat menjadi salah satu bagian penting dalam menentukan arah pencarian, terutama dengan mempertimbangkan kondisi arus, angin dan karakteristik perairan,” jelasnya.

Kabut Asap Hambat Pencarian

Upaya pencarian tidak berlangsung mudah. Tim menghadapi kendala berupa kabut asap dan udara kabur sebagai dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Nabire.

Kondisi tersebut menyebabkan jarak pandang di laut sangat terbatas, yakni hanya sekitar 300 meter. Situasi ini menyulitkan personel melakukan penyisiran secara visual sekaligus meningkatkan risiko keselamatan dalam pelayaran.

“Dengan kondisi jarak pandang yang sangat terbatas, pencarian pada hari kedua akhirnya dihentikan sementara sekitar pukul 17.45 WIT dengan tetap mempertimbangkan keselamatan personel,” tuturnya.

Mas Anton menegaskan, pencarian akan terus dilakukan dengan tetap berkoordinasi dengan unsur terkait dengan memperhatikan perkembangan informasi di lapangan.

“Kami berharap ada informasi dari masyarakat maupun pihak lain yang melihat keberadaan perahu tersebut. Setiap informasi akan kami tindak lanjuti. Yang paling penting saat ini adalah keselamatan lima orang yang berada di dalam perahu dan upaya menemukan mereka secepat mungkin,” tegasnya.

Editor : Nay berliana

Sumber Berita: Humas Polda Papua Tengah

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mendagri Tegaskan ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Layani Masyarakat yang Beragam
Pemprov Papua Tengah Resmi Serahkan SK dan Ambil Sumpah Janji 843 PNS Formasi 2024
Kepala Suku Besar Moni Papua Tengah Ajak Masyarakat Sukseskan Pembangunan dan Program Strategis Nasional
​Ditahan Satgas PKH dan Imigrasi Biak, Kuasa Hukum 7 WNA China Ajukan Protes Keras
Tingkatkan Layanan Publik Papua Tengah, Anggota DPR RI dan Kapolres Nabire Tinjau Program Strategis
Utamakan Dialog, Mimbar Bebas IPMADO di Nabire Berjalan Tertib
Darurat Togel Nabire! Publik Menanti Nyali Aparat Sapu Bersih Bandar hingga ke Akar
Dekati Masyarakat, Plt. Kapolres Dogiyai Pantau Pemulihan Kamtibmas Lewat Patroli Jalan Kaki
Berita ini 69 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 26 Agustus 2026 - 07:54 WIB

Perahu Bermesin 2 Hilang di Perairan Yapen–Waropen, Ditpolairud Polda Papua Tengah Sisir Nabire

Minggu, 26 Juli 2026 - 09:35 WIB

Mendagri Tegaskan ASN Harus Mampu Beradaptasi dan Layani Masyarakat yang Beragam

Rabu, 1 Juli 2026 - 07:35 WIB

Pemprov Papua Tengah Resmi Serahkan SK dan Ambil Sumpah Janji 843 PNS Formasi 2024

Kamis, 28 Mei 2026 - 11:15 WIB

Kepala Suku Besar Moni Papua Tengah Ajak Masyarakat Sukseskan Pembangunan dan Program Strategis Nasional

Senin, 18 Mei 2026 - 12:45 WIB

​Ditahan Satgas PKH dan Imigrasi Biak, Kuasa Hukum 7 WNA China Ajukan Protes Keras

Berita Terbaru