Jurnalpapuanews.com || Puncak Jaya — Kepala Suku sekaligus Panglima Perang Kabupaten Puncak Jaya Wai Telenggen Pagaleme, secara tegas menyuarakan dukungannya terhadap program pembangunan pemerintah pusat, sekaligus mengecam keras aksi kekerasan dan penembakan yang baru-baru ini menimpa seorang perempuan di wilayah Puncak. (21/8/2026).

Dalam imbauannya, Panglima Perang menyampaikan apresiasi dan terima kasih yang mendalam kepada Presiden Republik Indonesia atas perhatian serta komitmen pembangunan yang terus berjalan di Kabupaten Puncak Jaya.
”Saya atas nama Kepala Suku, Panglima Perang, menghimbau dan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia. Kami turut mendukung program Bapak Presiden untuk membangun di daerah Kabupaten Puncak Jaya ini,” tegasnya.
Di sisi lain, beliau memberikan pernyataan keras terkait situasi keamanan di daerahnya. Menyikapi insiden penembakan terhadap warga sipil perempuan yang terjadi beberapa hari lalu, sang Panglima Perang menegaskan bahwa tindakan brutal tersebut tidak dapat ditoleransi dan harus dihentikan.
”Saya menyampaikan menolak keras kekerasan yang terjadi di Kabupaten Puncak. Beberapa hari lalu ada penembakan perempuan. Itu saya atas nama Kepala Suku Panglima Perang menolak dengan tegas!” ujarnya penuh penekanan.
Sebagai sosok pemangku adat dan pemimpin pergerakan masyarakat, beliau menyerukan pentingnya persatuan dan sinergi lintas elemen demi menjaga perdamaian dan mendorong kemajuan daerah. Seluruh lapisan masyarakat diimbau untuk saling bergandengan tangan dengan pemerintah dan aparat keamanan.
”Saya ajak masyarakat Puncak Jaya, kita bekerja sama, sinergi bersama kaum bapak, kaum ibu, tokoh-tokoh intelek, tokoh-tokoh gereja, beserta Bupati, Dandim, Kapolres, dan semua pihak. Terima kasih Bapak Presiden. Wa… wa…” pungkasnya.
Pernyataan ini menjadi sinyal kuat bahwa tokoh adat Puncak Jaya berdiri tegak mendukung kedamaian, menolak segala bentuk teror kekerasan, serta siap mengawal percepatan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat di Tanah Papua.
Editor : Nay berliana













