Maria Erari Tegaskan Tanah Papua Bertuan, Minta Satgas PKH Hargai Hak Ulayat di Makimi dan Mosairo

- Penulis

Senin, 10 Agustus 2026 - 05:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Nabire – Gejolak penolakan terhadap tindakan sepihak di kawasan wilayah adat kembali mencuat di Provinsi Papua Tengah. Tokoh perempuan sekaligus pemilik hak ulayat dari wilayah pesisir Makimi dan Nifasi, Maria Erari, menegaskan bahwa tanah Papua memiliki pemilik sah yang harus dihormati oleh semua pihak, termasuk instansi pemerintah dan satuan tugas penegak hukum. (10/8/2026).

​Pernyataan tegas ini disampaikan Maria merespons aksi demonstrasi masyarakat adat serta dinamika yang terjadi akibat kehadiran Satgas Penertiban/PKH di wilayah Mosairo dan sekitarnya.

Dalam keterangannya, Maria menekankan bahwa setiap jengkal tanah di pesisir Makimi hingga Mosairo terikat oleh hak ulayat yang dilindungi oleh undang-undang, khususnya dalam kerangka Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

​”Kami ingin tegaskan kepada publik bahwa tanah ini bukan tanah kosong! Tanah ini bertuan, khususnya di tanah Papua dan Provinsi Papua Tengah. Siapa pun yang datang atas nama aturan harus menghargai masyarakat adat, kepala suku, dan tokoh-tokoh adat pemilik lokasi,” ujar Maria Erari.

Baca Juga:  Sat Resnarkoba Polres Nabire Gelar Perkara Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu

Ia menambahkan bahwa masyarakat adat pesisir Makimi mendukung penuh gerakan masyarakat dalam mempertahankan hak-hak dasar dan sumber penghidupan mereka dari ancaman pengambilalihan atau aktivitas sepihak.

​Mengenai kondisi riil warga setempat, Maria mengungkapkan bahwa kehadiran dan rencana langkah operasional Satgas PKH seperti rencana pembangunan helipad di kawasan Mosairo tanpa koordinasi yang jelas justru memicu keresahan mendalam di tengah warga.

Dampak dari situasi ini dinilai merugikan stabilitas ekonomi dan sosial masyarakat yang bersandar pada wilayah ulayat tersebut.

Maria mengimbau agar pemerintah daerah dan lembaga representasi adat tidak tinggal diam melihat penderitaan warga di tingkat tapak. Pihaknya berencana membawa aspirasi ini secara formal ke pemerintah, DPR, dan MRP dalam waktu dekat.

​”Jangan buat masyarakat kasihan jadi korban akibat langkah yang tidak memperhitungkan keberadaan tuan tanah. Kami ingin tenang, kami ingin hidup layak. Tolong koordinasi dan hargai keberadaan kami,” pungkasnya.

(YM)

Editor : Nay berliana

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Konflik Antar-Warga Pecah di Jembatan Kalisapi Nabire, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit
Kawal Aspirasi Massa Ip Mado hingga DPRP, Polres Nabire Pastikan Situasi Aman Kondusif
Meki Nawipa Dijadwalkan Kunker ke Kabupaten Puncak, Resmikan PLTS dan Layanan Pendidikan
Peringati HUT ke-71 Polantas, Kapolda Papua Tengah: Utamakan Keselamatan dan Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat
Jaga Kondusifitas Daerah, Polres Nabire Gelar Mediasi Lahan GOR Bersama Tokoh Agama dan Pemerintah
Pemprov Papua Tengah Gandeng 8 Kepala Suku Jadi Mitra Pemerintah untuk Jaga Kedamaian
Sat Resnarkoba Polres Nabire Gelar Perkara Dugaan Penyalahgunaan Narkotika Jenis Sabu
Kebakaran Lahan Gambut Dekat Bandara Nabire Berhasil Dipadamkan Polres Nabire
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 07:08 WIB

Konflik Antar-Warga Pecah di Jembatan Kalisapi Nabire, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Senin, 28 September 2026 - 06:53 WIB

Kawal Aspirasi Massa Ip Mado hingga DPRP, Polres Nabire Pastikan Situasi Aman Kondusif

Jumat, 25 September 2026 - 05:05 WIB

Meki Nawipa Dijadwalkan Kunker ke Kabupaten Puncak, Resmikan PLTS dan Layanan Pendidikan

Selasa, 22 September 2026 - 05:06 WIB

Peringati HUT ke-71 Polantas, Kapolda Papua Tengah: Utamakan Keselamatan dan Hadirkan Rasa Aman bagi Masyarakat

Senin, 21 September 2026 - 08:24 WIB

Jaga Kondusifitas Daerah, Polres Nabire Gelar Mediasi Lahan GOR Bersama Tokoh Agama dan Pemerintah

Berita Terbaru