Jurnalpapuanews.com || Nabire – Langkah konkret diambil Pemerintah Provinsi Papua Tengah untuk memutus rantai stunting dan kemiskinan ekstrem. Bertepatan dengan momen peringatan HUT ke-4 Provinsi Papua Tengah, Gubernur Meki F. Nawipa resmi meluncurkan Program BANGKIT Bangun Generasi dan Keluarga yang Inklusif dan Tangguh di Nabire, Selasa (21/7/2026).
Melalui terobosan ini, Pemprov Papua Tengah menggelontorkan Dana Otonomi Khusus sebesar Rp18,5 miliar untuk menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) khusus bagi balita Orang Asli Papua.
Pada fase awal peluncuran, sebanyak 4.000 balita di empat kabupaten Paniai, Dogiyai, Intan Jaya dan Puncak Jaya dipastikan menjadi penerima manfaat. Setiap balita akan mengantongi bantuan sebesar Rp350.000 per bulan selama satu tahun penuh, dengan total Rp4,2 juta per anak. Jika sebuah keluarga memiliki lebih dari satu balita yang memenuhi kriteria, nominal yang diterima akan disesuaikan.
Gubernur Meki Nawipa menegaskan bahwa BANGKIT bukan sekadar program bagi-bagi bantuan, melainkan intervensi terukur atas potret kemiskinan yang mencapai 28,9 persen serta angka stunting yang masih bertengger di 32,5 persen di wilayahnya.
”Kami ingin memastikan kehadiran negara benar-benar dirasakan sejak usia dini. Melalui validasi data yang ketat, bantuan ini disalurkan tepat sasaran untuk perbaikan gizi dan kesehatan generasi penerus Papua,” ujar Meki.
Guna menjamin keberlanjutan, Program BANGKIT telah resmi masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Papua Tengah. Gubernur memastikan skema ini akan diperluas ke empat kabupaten sisanya pada tahun depan.
Upaya penanganan stunting ini berjalan beriringan dengan penguatan sektor pendidikan. Dalam kesempatan yang sama, Pemprov Papua Tengah memaparkan komitmen investasinya terhadap sumber daya manusia (SDM) lokal melalui pembiayaan untuk 550 mahasiswa, pendidikan gratis menyasar 58.920 siswa level SMP dan SMA dan emperkuat penyaluran Program Indonesia Pintar bagi 2.444 siswa.
Peluncuran Program BANGKIT ditandai dengan penandatanganan komitmen bersama antara Pemprov Papua Tengah dan empat pemerintah kabupaten penerima program. Pelaksanaan program ini juga mendapat pengawalan ketat dari SKALA—program kemitraan Australia-Indonesia—guna memastikan koordinasi, pemanfaatan data, serta tata kelola anggaran berjalan akuntabel dan transparan.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













