Jurnalpapuanews.com || NABIRE, PT –Gubernur Papua Tengah, Meki Nawipa, SH, memberikan apresiasi kepada Bupati Kabupaten Puncak, Elvis Tabuni, SE., MM, atas komitmennya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui Program Beasiswa Unggulan Puncak Cerdas Tahun 2026.
Program tersebut ditandai dengan pelepasan 317 putra-putri Kabupaten Puncak untuk melanjutkan pendidikan ke luar daerah. Prosesi pelepasan berlangsung di Aula Negelar, Ilaga, Senin (29/6/2026), dan diwakili oleh Staf Ahli Bupati Puncak, Elkana Rumaropen.
Ratusan peserta program selanjutnya akan mengikuti pembinaan pendidikan di bawah naungan Yayasan Binterbusih di Semarang, Jawa Tengah, sebagai bagian dari upaya mencetak generasi muda Puncak yang unggul, berkarakter, dan siap membangun daerahnya di masa depan.
Gubernur Meki Nawipa menilai langkah yang diambil Pemerintah Kabupaten Puncak merupakan kebijakan strategis yang sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi Papua Tengah dalam membangun daerah melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Saya selaku Gubernur Papua Tengah memberikan apresiasi yang tinggi kepada Bupati Puncak, Elvis Tabuni. Ini adalah langkah yang tepat dan sejalan dengan visi pembangunan Provinsi Papua Tengah, yakni membangun daerah melalui sumber daya manusianya sendiri. Sebanyak 317 anak ini merupakan investasi jangka panjang yang kelak akan kembali mengabdi untuk membangun Kabupaten Puncak maupun Papua Tengah,” ujar Meki Nawipa.
Menurutnya, pendidikan merupakan fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan. Karena itu, program seperti Puncak Cerdas menjadi solusi nyata dalam menjawab tantangan pemerataan akses pendidikan, khususnya bagi masyarakat di wilayah pegunungan yang selama ini menghadapi berbagai keterbatasan.
Gubernur juga berharap langkah yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Puncak dapat menjadi inspirasi bagi pemerintah kabupaten lainnya di Papua Tengah untuk menghadirkan program serupa melalui kerja sama yang terencana, terukur, dan berkelanjutan.
Ia menegaskan bahwa investasi di bidang pendidikan merupakan investasi paling bernilai karena akan melahirkan generasi yang memiliki ilmu pengetahuan, keterampilan, serta karakter yang kuat untuk memajukan daerahnya.
“Mengirim ratusan anak daerah untuk melanjutkan pendidikan merupakan modal pembangunan jangka panjang yang nilainya tidak dapat diukur. Ketika mereka memiliki ilmu dan karakter yang baik, merekalah yang nantinya menjadi penggerak pembangunan di tanah kelahirannya sendiri,” katanya.
Lebih lanjut, Meki Nawipa menekankan bahwa pembangunan fisik harus berjalan beriringan dengan pembangunan kualitas manusia. Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya ditentukan oleh infrastruktur, tetapi juga oleh kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya.
“Tanpa sumber daya manusia yang andal, hasil pembangunan tidak akan bertahan lama. Program ini merupakan jawaban atas keterbatasan akses pendidikan tinggi di daerah terpencil sekaligus investasi terbaik bagi masa depan Papua Tengah,” tegasnya.
Program Puncak Cerdas 2026 diharapkan menjadi tonggak lahirnya generasi muda Kabupaten Puncak yang berdaya saing, berintegritas, dan mampu menjadi motor penggerak pembangunan, sekaligus mendukung terwujudnya visi Papua Tengah yang maju melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia.
(Red)
Editor : Yakop Mongan













