Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Menyikapi keresahan masyarakat terkait maraknya aksi begal belakangan ini, aparat kepolisian bergerak cepat. Polres Nabire yang didukung penuh oleh kendali bawah kendali (BKO) Polda Papua menggelar patroli gabungan skala besar guna memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) di wilayah hukum Kabupaten Nabire. (30/5/2026).

Dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Nabire, AKP Fransiskus Kia Tapun, operasi yang berlangsung hingga dini hari ini melibatkan puluhan personel bersenjata lengkap.
”Terutama untuk situasi yang sampai dengan saat ini memang terkesan malah semakin banyak begal, makanya kami rutinkan kegiatan ini,” ujar AKP Fransiskus Kia Tapun saat dikonfirmasi di lapangan.
Jika biasanya Polres Nabire bergerak secara mandiri, malam ini kekuatan personel bertambah signifikan dengan bergabungnya tim dari Polda Papua. Sebanyak 88 personel gabungan diterjunkan langsung ke titik-titik rawan.
Operasi malam ini terbilang padat. Sebelum melakukan razia di area perkotaan, tim gabungan terlebih dahulu bergerak cepat mengamankan situasi terkait adanya aksi pemalangan jalan oleh warga di kawasan Wadio.

Setelah situasi di Wadio dipastikan kondusif, pasukan tidak langsung kembali ke markas. AKP Fransiskus menegaskan bahwa personel langsung bergeser untuk melaksanakan operasi Sweeping 21 (razia kendaraan dan barang bawaan) secara serentak di dua titik strategis Kawasan Adaman, Kawasan Pasar Karang
”Sasarannya adalah pemeriksaan kendaraan dan antisipasi membawa alat-alat tajam,” tegas Kabag Ops.
Melalui patroli intensif dan razia berlapis ini, pihak kepolisian berkomitmen penuh untuk mengembalikan rasa aman di tengah masyarakat Nabire, sehingga roda ekonomi dan aktivitas warga dapat berjalan tanpa dibayangi ketakutan.
”Harapannya, tetap kita mengharapkan situasi aman dan tertib. Aktivitas masyarakat juga tetap berjalan aman, tidak ada yang saling mengganggu,” pungkas AKP Fransiskus menutup wawancara.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













