Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Sebuah pernyataan mengejutkan dan penuh apresiasi datang dari jantung Papua Tengah. Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Tengah (MRP), Agustinus Anggaibak, secara terbuka membongkar rasa puasnya terhadap langkah “besi” yang diambil oleh Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol. Jermias Rontini. (13/05/2026).
Bukan sekadar basa-basi protokoler, apresiasi ini lahir dari tindakan nyata Kapolda dalam menyeret oknum anggota Kepolisian yang terlibat insiden berdarah di Kabupaten Dogiyai ke meja hijau.
Agustinus menegaskan bahwa apa yang terjadi di Dogiyai adalah bukti nyata bahwa hukum positif di Indonesia tidak tebang pilih. Ia memuji keberanian Brigjen Pol. Jermias Rontini yang bertindak terukur dan adil, bahkan ketika pelakunya adalah anak buahnya sendiri.
”Masyarakat Papua selama ini merindukan keadilan yang merata. Hari ini, Kapolda Papua Tengah menunjukkan bahwa hukum itu ada dan tegak berdiri di atas tanah ini. Tindakan sewenang-wenang oknum tidak lagi dibiarkan melenggang bebas!” tegas Agustinus dengan nada bicara yang dalam.
Namun, nada bicara Ketua MRP sempat meninggi saat menyinggung wilayah konflik lainnya. Ia mengirimkan “pesan maut” kepada aparat di wilayah lain agar tidak main-main dalam menjalankan tugas.
• Tuntutan Kejujuran: Kasus-kasus di Puncak Papua dan Tembagapura kini menjadi sorotan tajam.
• Standar Tinggi: Aparat TNI dan Polri diminta meniru langkah berani Polda Papua Tengah.
• Keadilan Tanpa Pandang Bulu: Hukum positif harus ditegakkan secara jujur, tanpa ada yang ditutup-tutupin demi melindungi korps.
Ketua MRP juga memberikan sanjungan luar biasa kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurutnya, Kapolri telah melakukan keputusan “jenius” dengan menempatkan sosok yang benar-benar paham anatomi konflik dan budaya di Papua Tengah.
”Kapolri tidak salah pilih orang. Kapolda adalah orang yang punya pengalaman panjang di sini, memahami denyut nadi masyarakat. Kami minta kepada Pemerintah dan Kapolri: Jangan goyang posisi Kapolda ini! Prestasi ini harus dipertahankan demi keselamatan masyarakat Papua Tengah,” tambahnya.
Langkah tegas ini dinilai sebagai titik balik kepercayaan publik terhadap institusi Polri. Dengan penegakan hukum yang “ngeri” dan tanpa kompromi terhadap oknum nakal, masyarakat Papua Tengah mulai merasakan kehadiran negara yang sebenarnya—bukan melalui moncong senjata, melainkan melalui keadilan yang hakiki.
”Terima kasih Pak Kapolda. Tuhan memberkati perjuangan Anda menyelamatkan masyarakat dari sisi gelap ketidakadilan.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













