Korupsi Laptop BGN Capai Rp500 Miliar: BPK dan Kejagung Mulai Bergerak, PPWI Desak Pencopotan Kepala BGN

- Penulis

Senin, 20 April 2026 - 04:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Jakarta – Skandal dugaan korupsi pengadaan laptop dan pembangunan jaringan di Badan Gizi Nasional (BGN) memasuki babak baru. Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) bersama Kejaksaan Agung RI dikabarkan telah mulai melakukan penyelidikan mendalam terkait proyek bernilai fantastis tersebut.

Berdasarkan informasi valid dari internal BGN yang diterima oleh Sekretariat Nasional PPWI dan diperkuat dengan hasil investigasi sporadis, potensi kerugian negara dalam kasus ini diperkirakan mencapai hampir Rp500 miliar. Angka kerugian yang sangat besar ini memicu kemarahan publik, mengingat anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) diambil dari pemangkasan dana sektor krusial lainnya, termasuk anggaran pendidikan dan Dana Otonomi Khusus (Otsus) Papua.

*Lebih Cepat Lebih Bagus*

Ketua Umum PPWI, Wilson Lalengke, memberikan pernyataan tegas mendukung langkah aparat penegak hukum. Menggunakan peribahasa populer, ia mendesak agar kasus ini segera dituntaskan tanpa kompromi.

“Ikan sepat ikan gabus, lebih cepat lebih bagus. Penuntasan kasus ini harus segera dilakukan agar uang negara yang diperuntukkan bagi generasi penerus bangsa tidak sia-sia. Sangat menyakitkan jika dana yang dipangkas dari pendidikan dan otonomi khusus Papua justru berakhir di kantong para koruptor,” tegas Wilson Lalengke, Minggu, 19 April 2026.

Baca Juga:  Panglima TNI Dampingi Presiden RI Buka Munas XVI IPSI

*Desakan Pencopotan Pimpinan BGN*

Informasi dari kalangan internal BGN menyebutkan adanya dugaan kesengajaan untuk merusak program andalan Presiden Prabowo Subianto demi kepentingan pihak tertentu. Hal ini mendorong publik untuk mendesak Presiden segera mengambil tindakan tegas dengan memberhentikan Kepala BGN, Dadan Hindayana.

Sejak awal, banyak pihak menyayangkan atas penunjukan Dadan Hindayana sebagai pejabat yang mengurus bidang gizi generasi penerus bangsa ini. Di samping kapasitasnya sebagai ahli serangga tidak relevan dengan urusan gizi makanan, Dadan Hindayana juga diketahui tersangkut kasus korupsi Dana Hibah Pemda Halmahera Barat, Maluku Utara, beberapa tahun lalu.

Selain itu, tuntutan pencopotan juga diarahkan kepada Wakil Kepala BGN dari unsur Polri, Sony Sanjaya, beserta kroninya. Mereka dinilai menjadi kaki tangan yang bekerja di bawah kendali kepentingan tertentu, bukan menjaga integritas lembaga.

Keberhasilan program gizi nasional kini bergantung pada keberanian Presiden Prabowo untuk melakukan pembersihan total di tubuh BGN. Publik menunggu langkah nyata: apakah para “bandit berdasi” ini akan dipertahankan, ataukah hukum akan tegak demi menyelamatkan masa depan anak-anak Indonesia?

Kasus “Laptop Siluman” ini adalah ujian pertama bagi komitmen antikorupsi pemerintahan baru. (TIM/Red)

Editor : Yakop Mongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Menuju Transaksi Pemda Transparan, Kemendagri Minta SP2D Online Dipercepat
Tito Karnavian Instruksikan Daerah Terdampak Bencana Segera Realisasikan Tambahan TKD
Lewat Nobar Piala Dunia, Mendagri Dorong Geliat Ekonomi Daerah
Mendagri Paparkan Rencana Kerja 2027 di DPR, Tegaskan Dukung Prioritas Nasional
Ribka Haluk: PIKI Harus Mampu Beri Warisan Nyata bagi Masa Depan Indonesia
Rapat Bersama DPR RI, Mendagri Paparkan Langkah Strategis Perkuat BUMD
Kepemimpinan Badan Gizi Nasional: Antara Harapan Publik dan Tuntutan Reformasi
Bukan Cuma Anggaran, Wamendagri Ribka Beberkan 2 Faktor Krusial untuk Bangun Papua
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 18 Juni 2026 - 14:06 WIB

Menuju Transaksi Pemda Transparan, Kemendagri Minta SP2D Online Dipercepat

Rabu, 17 Juni 2026 - 12:21 WIB

Tito Karnavian Instruksikan Daerah Terdampak Bencana Segera Realisasikan Tambahan TKD

Senin, 15 Juni 2026 - 10:29 WIB

Lewat Nobar Piala Dunia, Mendagri Dorong Geliat Ekonomi Daerah

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:25 WIB

Mendagri Paparkan Rencana Kerja 2027 di DPR, Tegaskan Dukung Prioritas Nasional

Senin, 8 Juni 2026 - 12:07 WIB

Ribka Haluk: PIKI Harus Mampu Beri Warisan Nyata bagi Masa Depan Indonesia

Berita Terbaru