Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Suasana di Kabupaten Nabire mendadak tegang. Menjelang rencana aksi demonstrasi yang dimotori oleh Front Rakyat Bergerak pada Selasa (7/4/2026).
aparat keamanan gabungan TNI-Polri memutuskan untuk mengambil langkah preventif maksimal. Tak tanggung-tanggung, ratusan personel bersenjata lengkap diterjunkan untuk mengawal titik-titik krusial di kota ini.
Ketegangan ini bukan tanpa alasan. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, mengungkapkan adanya kejanggalan dalam proses koordinasi. Meski surat pemberitahuan aksi sudah diterima, pihak penyelenggara justru terkesan menutup diri dan enggan menjalin komunikasi dengan pihak berwajib.
”Kami sudah mengundang mereka untuk berkoordinasi pukul 11 siang tadi. Awalnya menyatakan bersedia, namun pada kenyatannya mereka tidak hadir tanpa alasan yang jelas,” ujar AKBP Samuel saat memimpin pertemuan dengan jajaran Forkopimda, Senin (6/4).
Sikap tertutup ini memicu tanda tanya besar di kalangan aparat. Samuel menegaskan, jika aspirasi murni ingin disampaikan secara damai, seharusnya tidak ada alasan untuk menghindari ruang komunikasi terbuka.
”Minimnya komunikasi ini justru memunculkan kecurigaan adanya agenda lain di balik rencana aksi besok,” tegas Kapolres.
Guna menjamin keamanan warga sipil dan menjaga stabilitas wilayah, “pagar betis” dari berbagai satuan telah dibentuk. Berikut adalah rincian kekuatan gabungan yang disiagakan:
• Polres Nabire: 326 Personel
• TNI Gabungan (Brigif, Kodim, Yonif 754/753, Lanal): 245 Personel
• Brimob BKO & Polda Papua: 54 Personel
• Polda Papua Tengah: 60 Personel
• Dukungan Tambahan: Satpol PP Provinsi Papua Tengah
Meski pengamanan ditingkatkan secara drastis, Kapolres Nabire meminta warga untuk tidak panik dan tetap menjalankan aktivitas harian seperti biasa. Ia memastikan bahwa kehadiran aparat adalah untuk memberikan rasa aman, bukan untuk menakut-nakuti.
“Kami hadir untuk memastikan keamanan semua pihak. Kami harap masyarakat tetap tenang, kondusif, dan jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu yang tidak jelas sumbernya,” pungkas Samuel menutup keterangannya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













