Putusan MK Perkuat Perlindungan Pers, Ketum SIJI Beri Apresiasi Tinggi

- Penulis

Selasa, 20 Januari 2026 - 09:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Jakarta – Ketua Umum Suara Independen Jurnalis Indonesia (SIJI), Putra Jaya Sukma, menyampaikan apresiasi tinggi atas Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang mengabulkan sebagian uji materi Pasal 8 Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Putusan tersebut dinilai sebagai langkah strategis dalam memperkuat perlindungan hukum bagi insan pers sekaligus mencegah terjadinya kriminalisasi terhadap kerja jurnalistik.

Sebagai negara yang berlandaskan hukum, Indonesia menjamin kemerdekaan pers sebagai bagian tak terpisahkan dari sistem demokrasi. Jaminan tersebut tertuang dalam Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999 yang kini semakin dipertegas melalui putusan Mahkamah Konstitusi.

“Putusan Mahkamah Konstitusi ini menegaskan bahwa kerja jurnalistik tidak boleh dikriminalisasi secara sewenang-wenang. Wartawan harus mendapatkan perlindungan hukum saat menjalankan tugasnya secara profesional, beretika, dan beritikad baik demi kepentingan publik,” ujar Putra Jaya Sukma.

Ia menambahkan, penguatan kedudukan Undang-Undang Pers sebagai lex specialis merupakan penegasan penting bagi seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum, dalam menyikapi sengketa pemberitaan. Hal ini sebagaimana ditegaskan dalam Putusan MK Nomor 145/PUU-XXIII/2025 yang dibacakan langsung oleh Ketua MK, Suhartoyo.

Baca Juga:  Tuduhan Pemerasan Rp. 5 Miliar ke Aktivis Jekson Sihombing, Wilson Lalengke: Waras Ente?

Dalam putusan tersebut, MK menegaskan bahwa setiap keberatan atas produk jurnalistik harus terlebih dahulu diselesaikan melalui mekanisme pers, seperti hak jawab, hak koreksi, serta penilaian kode etik jurnalistik oleh Dewan Pers. Penerapan sanksi pidana maupun perdata terhadap wartawan hanya dapat ditempuh apabila mekanisme tersebut tidak mencapai kesepakatan, sejalan dengan prinsip restorative justice.

Suara Independen Jurnalis Indonesia menyatakan komitmennya untuk mematuhi dan mengawal arahan Mahkamah Konstitusi tersebut. Organisasi ini juga mengajak seluruh insan pers agar senantiasa menjunjung tinggi profesionalisme, etika jurnalistik, serta tanggung jawab moral dalam setiap karya jurnalistik.

Putra Jaya Sukma berharap, putusan MK ini dapat menjadi pedoman bersama bagi aparat penegak hukum, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan dalam menghormati kemerdekaan pers sebagai salah satu pilar utama demokrasi dan negara hukum.

Red.

Editor : Yakop Mongan

Sumber Berita: Berita Publik

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Ekonomi Pancasila Kembali Perkasa di Tangan Prabowo, Ini Target Besarnya
Jurnalis Dikriminalisasi: Ironi Penegakan Hukum dan Pembelaan Dewan Pers
Jangan Terlena Inflasi Rendah, Mendagri Minta Daerah Waspadai Efek Domino Sektor Global
​Kunjungan ke Jatim, Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Koperasi dan Hadiri Panen Raya
Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan
Mendagri Garisbawahi Tiga Rambu Utama Penguatan Perpukadesi
Mafia Peradilan di Pemalang: Dugaan Pemerasan Berantai Oknum Polisi dan Jaksa Mencuat
Teror Digital, Modus Pemerasan UMKM Lewat Rating Bintang 1 di Google Maps Mencuat
Berita ini 11 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 07:10 WIB

Ekonomi Pancasila Kembali Perkasa di Tangan Prabowo, Ini Target Besarnya

Rabu, 20 Mei 2026 - 02:34 WIB

Jurnalis Dikriminalisasi: Ironi Penegakan Hukum dan Pembelaan Dewan Pers

Senin, 18 Mei 2026 - 12:11 WIB

Jangan Terlena Inflasi Rendah, Mendagri Minta Daerah Waspadai Efek Domino Sektor Global

Sabtu, 16 Mei 2026 - 03:56 WIB

​Kunjungan ke Jatim, Presiden Prabowo Resmikan Ribuan Koperasi dan Hadiri Panen Raya

Kamis, 14 Mei 2026 - 05:16 WIB

Kriminalisasi Sang Pembela Lingkungan: Potret Buram Mafia Hukum dan Jaksa Predator Keadilan

Berita Terbaru