Pukau Mendagri, Ini Alasan Parade Tenun Belu Jadi Kunci Ekonomi Sekaligus Penjaga Budaya

- Penulis

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Belu – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian mengapresiasi penyelenggaraan Parade Tenun di Atambua, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya melestarikan tenun sebagai warisan budaya bangsa, tetapi juga mendorong kreativitas, menggerakkan perekonomian, dan mengembangkan pariwisata daerah.

Hal itu disampaikan Mendagri pada Kegiatan “Exotic Tenun: Parade Tenun dan Fashion Show” di Pelataran Mal Pelayanan Publik Timor-Atambua, Kabupaten Belu, NTT, Jumat (26/6/2026).

“Malam ini adalah festival tenun. Tadi kita sudah lihat fashion show, dan sekarang ada pamerannya. Saya hormat dan respect dengan acara ini,” katanya.

Mendagri menilai kegiatan tersebut memberikan berbagai manfaat. Pertama, mempertahankan budaya tenun. Menurutnya, tidak semua daerah memiliki kemampuan menenun seperti masyarakat Belu.

“Jangan sampai nanti [tenun] kita diambil oleh orang luar negeri. Harus mempertahankan budaya, melalui festival acara-acara ini,” ujarnya.

Kedua, lanjut Mendagri, kegiatan tersebut mampu membangun kreativitas para desainer dan seniman. Ketiga, menggerakkan perekonomian melalui transaksi pembelian berbagai produk kerajinan. Keempat, menjadi hiburan yang menyegarkan bagi masyarakat.

“Dari daerah-daerah seperti ini, biasanya hiburannya alam. Tapi ini ada hiburan yang lain, ada musik, ada fashion show. Ada tempat mengaktualisasikan diri bagi para jagoan-jagoan seni, desainer tenun,” terangnya.

Kelima, kegiatan ini juga membanggakan orang tua dan sekolah karena para siswa tampil percaya diri mengenakan busana berbahan tenun lokal. Parade tenun ini diikuti peserta dari jenjang SD, SMP, SMA, serta kategori umum.

“Yang SD, SMP, sangat confident gitu ya. Beraksi di depan kita semua dengan menggunakan pakaian-pakaiannya yang buatan lokal. Nah, ini mengundang kreativitas, keberanian. Saya jujur sangat menghargai dan ini hiburan yang sangat menyegarkan,” tegasnya.

Mendagri berharap kegiatan serupa terus ditingkatkan dan dipromosikan hingga tingkat dunia agar semakin banyak wisatawan datang ke Belu. Menurutnya, sektor wisata budaya dapat menjadi salah satu sumber peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), melengkapi potensi wisata alam yang dimiliki daerah tersebut.

“Saya yakin dengan adanya kegiatan ini hotel-hotel penuh ini. Penerbangan juga penuh. Jadi restoran juga mungkin penuh. Banyak sekali yang bisa dibangkitkan. Saya pikir itu. Apresiasi saya kepada Pak Gubernur dan juga kepada Pak Bupati,” tandasnya.

Usai acara, Mendagri bersama rombongan mengunjungi stan yang memamerkan kerajinan tenun dan berbagai produk UMKM masyarakat Belu. Acara ini turut dihadiri Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, Bupati Belu Willybrodus Lay, Ketua Umum Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) sekaligus Ketua Harian Dekranas Tri Tito Karnavian, pengurus TP PKK Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, serta perwakilan pejabat dari Timor-Leste dan Australia.

Editor : Yakop Mongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 26 Juni 2026 - 14:30 WIB

Pukau Mendagri, Ini Alasan Parade Tenun Belu Jadi Kunci Ekonomi Sekaligus Penjaga Budaya

Berita Terbaru