Jurnalpapuanews.com || ACEH TAMIANG – Secercah harapan baru menyinari Desa Lubuk Sidup, Kecamatan Sekerak. Setelah berjuang melewati masa sulit pascabencana, sebanyak 163 keluarga penyintas kini bersiap meninggalkan pengungsian. Pembangunan Hunian Sementara (Huntara) di lokasi tersebut dinyatakan hampir rampung sepenuhnya dan siap huni dalam waktu dekat.
Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, turun langsung meninjau lokasi pada Sabtu (4/4). Ia memastikan bahwa infrastruktur dasar bagi warga sudah dalam tahap penyelesaian akhir.
Huntara yang diinisiasi oleh Menko Infrastruktur, Agus Harimurti Yudhoyono ini, tidak hanya sekadar bangunan darurat. Lokasinya dipilih secara cermat di area ketinggian guna menjamin keamanan warga dari potensi bencana serupa di masa depan.
”Tempatnya sangat bagus, ada di ketinggian. Listrik sudah masuk, tinggal aktivasi saja. Untuk air bersih, saat ini sedang disiapkan sumur bor oleh BNPB,” ujar Tito Karnavian optimis.
Pemerintah mematok target ambisius: 10 hari ke depan, seluruh fasilitas penunjang seperti air bersih dan aliran listrik harus sudah aktif. Setelah itu, warga bisa langsung menempati “rumah baru” mereka.
Pemerintah menyadari bahwa pemulihan bukan hanya soal fisik bangunan, tapi juga soal menyambung hidup. Oleh karena itu, bantuan stimulan telah disiapkan bagi para penyintas di Lubuk Sidup:
• Uang Lauk Pauk: Rp15.000 per jiwa setiap hari.
• Modal Ekonomi: Rp5.000.000 per keluarga untuk memulai usaha atau kebutuhan mendesak.
• Bantuan Perabotan: Rp3.000.000 untuk mengisi hunian baru agar lebih layak.
Keberhasilan di Lubuk Sidup merupakan bagian dari gambaran besar pemulihan Sumatera. Secara keseluruhan, dari target 19.135 unit huntara yang direncanakan di tiga provinsi terdampak, sebanyak 17.084 unit (89%) telah selesai berdiri.
Dalam kunjungannya, Tito Karnavian didampingi oleh sejumlah pejabat tinggi, termasuk Dirjen Bina Adwil Safrizal ZA, Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah, serta Pj. Bupati Aceh Tamiang Armia Pahmi. Kehadiran para tokoh ini mempertegas komitmen pemerintah bahwa warga terdampak bencana tidak akan berjalan sendirian dalam membangun kembali hidup mereka.
Editor : Yakop Mongan













