Bareskrim Polri Bareng Komnas Perempuan Perkuat Advokasi Penanganan Femisida

- Penulis

Jumat, 27 Februari 2026 - 01:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || Jakarta – Bareskrim Polri bersama Komnas Perempuan menggelar pertemuan bilateral untuk memperkuat advokasi penanganan femisida melalui penguatan sistem pendokumentasian nasional, Senin (23/2/2026). Pertemuan tersebut menjadi kelanjutan kerja sama yang telah diinisiasi sejak 2021 dalam pengembangan pengetahuan dan kerangka penanganan kasus femisida di Indonesia.

Ketua Resource Center Komnas Perempuan, Chatarina Pancer Istiyani, menjelaskan bahwa tahap lanjutan kolaborasi difokuskan pada pengembangan standar data statistik resmi negara sebagai fondasi pendataan femisida secara nasional. Dalam forum tersebut, Komnas Perempuan mendorong penguatan indikator femisida dalam data kriminal, integrasi perspektif gender dalam standar operasional penyidikan, serta pencatatan relasi korban–pelaku, motif berbasis gender, dan riwayat pola kekerasan dalam sistem data penegakan hukum.

Wakil Kepala Bareskrim Polri Brigjen Pol. Nunung Syaifuddin menyambut baik rekomendasi tersebut dan menegaskan komitmen untuk menindaklanjutinya.

“Rekomendasi semaksimal mungkin akan kita realisasikan,” ujarnya.

Selain itu, Bareskrim Polri membuka ruang penyesuaian indikator femisida dalam sistem pencatatan kriminal mengingat kedua lembaga telah menandatangani nota kesepahaman kerja sama kelembagaan pada 2022. Hasil pertemuan juga akan ditindaklanjuti melalui penguatan materi perspektif femisida dalam pola pengasuhan peserta didik di lingkungan Lemdiklat Polri, termasuk di Sepolwan Polri.

Dalam kesempatan yang sama, Komisioner Komnas Perempuan Sondang Frishka Simanjuntak menyampaikan bahwa aparat penegak hukum mulai memperhatikan indikator femisida sebagai unsur pemberat pidana. Ia mencontohkan putusan tingkat kasasi dalam perkara pembunuhan yang memuat indikator femisida sehingga berimplikasi pada pemberatan hukuman.

Baca Juga:  Gamer Merapat! Kapolres Nabire Gelar Turnamen Mobile Legends Sambut HUT Bhayangkara ke-80

Komisioner Komnas Perempuan Sundari Waris juga menyoroti adanya kasus femisida yang dipengaruhi fenomena delayed injustice, yakni keterlambatan keadilan yang berkontribusi pada eskalasi kekerasan.

Pertemuan ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat mekanisme pendataan femisida nasional. Ke depan, kedua pihak akan melanjutkan pembahasan untuk menyusun konsensus nasional terkait indikator dan sistem dokumentasi femisida sebagai bagian dari penguatan penegakan hukum berbasis perspektif gender di lingkungan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Sebagai informasi, kegiatan tersebut dihadiri oleh Bareskrim Polri antara lain, Wakil Kepala Bareskrim Brigjen Pol Nunung Syaifuddin, Kepala Biro Pembinaan dan Operasional Bareskrim Brigjen Pol. Sumaryono, Kepala Pusat Informasi Kriminal Nasional Bareskrim Brigjen Pol. M. Samsu Arifin, Direktur Tindak Pidana Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang Brigjen Pol Dr Nurul Azizah, Wakil Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Kombes Pol Burkan Rudy Satria, Kasundit I Dittipid PPA PPO Bareskrim Polri Kombes Pol Sinta.

Sementara itu dari Komnas Ham, hadir Komisioner Komnas Perempuan Chatarina Pancer Istiyani, Komisioner Komnas Perempuan Sundari Waris serta Komisioner Komnas Perempuan Sondang Frishka Simanjuntak.

Editor : Yakop Mongan

Sumber Berita: Humas Polri

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Monitoring Meja Semester I, Sekda Papua Tengah Soroti Capaian Otsus dan Kinerja OPD
Kajari Nabire Lakukan Kunjungan Kerja ke Polres Nabire, Disambut Kapolres
​Pimpin Apel Kesiapan, Kapolres Nabire Minta Personel Amankan Aspirasi Warga Secara Profesional
Cegah Spekulasi, Polres Nabire Minta Foto Korban dan Pelaku Waroki Tak Disebarkan
Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi
Buka Ruang Dialog, Kapolres Nabire Utamakan Negosiasi Humanis Kawal Aksi Massa
​Papua Tengah Gelar Layanan Kesehatan Gratis: Dorong Masyarakat Sehat untuk Roda Pemerintahan yang Kuat
Perkuat Standar Pengamanan Nasional, Ditpamobvit Korsabhara Baharkam Polri Jalin Kemitraan Strategis dengan PT ABB
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:29 WIB

Gelar Monitoring Meja Semester I, Sekda Papua Tengah Soroti Capaian Otsus dan Kinerja OPD

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:12 WIB

Kajari Nabire Lakukan Kunjungan Kerja ke Polres Nabire, Disambut Kapolres

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:01 WIB

​Pimpin Apel Kesiapan, Kapolres Nabire Minta Personel Amankan Aspirasi Warga Secara Profesional

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Cegah Spekulasi, Polres Nabire Minta Foto Korban dan Pelaku Waroki Tak Disebarkan

Kamis, 23 Juli 2026 - 10:27 WIB

Aksi Damai Mahasiswa Intan Jaya di Nabire Berlangsung Kondusif, Kapolres Beri Apresiasi

Berita Terbaru