Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Ketenangan warga SP 1 Nabire Barat terusik pada Rabu sore (11/2/2026) setelah sesosok jasad bayi perempuan ditemukan tak bernyawa di saluran irigasi dekat area pemancingan populer. Insiden memilukan ini memicu reaksi keras dari parlemen daerah yang menyebutnya sebagai potret buram kemanusiaan.
Anggota Komisi A DPRK Nabire, Dina Misiro, S.Pi, tidak mampu menyembunyikan kemarahannya saat menanggapi kejadian tersebut. Sebagai mitra kerja TNI/Polri serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), ia mengutuk keras pelaku yang dianggapnya telah kehilangan hati nurani.
”Ini bukan sekadar tindak pidana, ini adalah tindakan terkutuk yang menginjak-injak hak asasi manusia yang paling mendasar. Saya mendesak kepolisian untuk memburu pelaku hingga tertangkap agar ada pertanggungjawaban hukum yang setimpal sesuai aturan NKRI,” tegas Dina dengan nada bicara yang dalam.
Dalam pernyataannya, Dina juga menyoroti realita pahit bahwa Kabupaten Nabire masih bergelut dengan angka penderita HIV/AIDS yang tinggi. Menurutnya, tragedi pembuangan bayi ini merupakan puncak gunung es dari lemahnya kontrol diri dan kurangnya bimbingan moral.
Ia menekankan bahwa solusi jangka panjang tidak hanya berada di tangan aparat, melainkan pada tiga pilar utama:
• Benteng Keluarga: Peran orang tua sebagai pembimbing utama.
• Peran Gereja: Penguatan iman dan nilai-nilai kehidupan.
• Edukasi & Sosialisasi: Literasi kesehatan dan reproduksi yang berkelanjutan untuk kaum perempuan
”Kesadaran pribadi adalah kunci. Kita butuh sinergi dari pendidikan dan agama agar generasi kita bisa mendengar, mematuhi, dan menjalankan nilai-nilai kehidupan dengan benar,” tambahnya.
Jasad bayi perempuan tersebut pertama kali ditemukan oleh warga yang sedang melintas di area irigasi. Lokasi yang dekat dengan tempat pemancingan umum membuat kabar ini cepat menyebar dan menggemparkan masyarakat setempat.
Pihak kepolisian telah mengevakuasi jenazah ke RSUD Nabire untuk keperluan autopsi dan penyelidikan lebih lanjut. Saat ini, garis polisi telah terpasang di lokasi kejadian, dan masyarakat diminta untuk tetap tenang serta tidak menyebarkan spekulasi liar di media sosial.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













