Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Suasana malam di Dermaga Pelabuhan Samabusa, Distrik Teluk Kimi, berubah menjadi mencekam pada Jumat (26/12) menjelang tengah malam. Sebuah truk pengangkut sampah terjun bebas ke dalam laut, mengakibatkan seorang sopir meninggal dunia dan putrinya yang masih berusia 5 tahun hilang ditelan ombak.

Insiden nahas ini terjadi sekitar pukul 23.20 WIT. Berdasarkan keterangan saksi mata, Ferdynandus Binaisuri, kejadian bermula saat truk Toyota Dyna yang dikemudikan oleh Anton Bau Liku (40) sedang bermanuver mundur untuk parkir di area dermaga.
Di tengah konsentrasi mengemudi, tiba-tiba terdengar teriakan “TOLONG” dari seorang warga yang sedang tidur di dermaga. Teriakan mendadak itu diduga mengejutkan Anton hingga ia kehilangan kendali atas kendaraannya. Dalam hitungan detik, truk tersebut meluncur jatuh ke dasar laut, membawa serta Anton dan putri kecilnya, Yanti Bau Liku (5).
Saksi mata sempat melihat momen memilukan saat Anton berusaha keras berenang naik ke permukaan sambil mendekap anaknya. Namun, kepanikan dan kelelahan ekstrem di tengah gelapnya malam membuat tenaga Anton terkuras habis.
”Saksi sempat melemparkan kabel seling besi untuk menolong, namun korban tidak mampu lagi meraihnya. Diduga karena kehabisan tenaga setelah berusaha menyelamatkan anaknya,” tulis laporan kronologi kejadian. Kurangnya alat bantu apung di lokasi memperburuk situasi hingga keduanya kembali tenggelam.
Merespons cepat laporan kecelakaan, personel Lanal Nabire di bawah komando Danlanal Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo bergerak menuju lokasi. Tim penyelam yang terdiri dari Serda Bah Jaya dan Kls Bah Rizal langsung melakukan aksi penyelamatan di kedalaman 7 hingga 10 meter di bawah dermaga.
Sekitar pukul 00.05 WIT, tubuh Anton berhasil ditemukan dan dievakuasi ke permukaan. Meski tim medis telah berupaya memberikan pertolongan pertama berupa bantuan pernapasan, nyawa Anton tidak tertolong. Jenazah korban kemudian dibawa ke RSUD Nabire menggunakan ambulans Karantina Kesehatan Pelabuhan.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi pengelola pelabuhan akan pentingnya aspek keselamatan di dermaga, termasuk ketersediaan alat keselamatan dan penerangan yang memadai guna mencegah tragedi serupa terulang kembali.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













