Jurnalpapuanews.com|| DEIYAI, Papua Tengah — Menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2025, Pemerintah Pusat meningkatkan upaya kehadiran negara di wilayah pegunungan Papua, khususnya Kabupaten Deiyai, melalui penyaluran bantuan logistik prioritas. Distribusi kali ini menonjolkan mekanisme kolaboratif yang erat dengan melibatkan tokoh adat setempat, sebuah langkah yang disebut untuk menjamin transparansi dan ketepatan sasaran bantuan.

Di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto, pemerintah menekankan bahwa langkah ini adalah bagian dari prioritas nasional untuk memenuhi kebutuhan dasar warga di daerah terpencil dan rawan, terutama menjelang musim hujan dan cuaca dingin akhir tahun.
Bantuan yang telah disalurkan berfokus pada kebutuhan esensial untuk menghadapi dingin, meliputi selimut tebal, alas tikar, dan pakaian hangat. Penerima manfaat utama adalah kelompok rentan, termasuk lansia, janda, duda, dan keluarga pra-sejahtera di Deiyai.
Peran penting tokoh adat dalam proses ini ditegaskan. Kepala Suku Yaba Kabupaten Deiyai, Uwapa Mote, secara langsung terlibat untuk memastikan bantuan disalurkan kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
”Kami sangat berterima kasih atas perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat Deiyai. Selimut dan kebutuhan lain ini sangat membantu warga menghadapi hawa dingin di musim hujan menjelang Natal,” ujar Uwapa Mote setelah menerima bantuan secara simbolis. “Kami akan memastikan bantuan ini diterima langsung oleh mereka yang paling membutuhkan.”
Pemerintah pusat menegaskan bahwa penyaluran logistik ini merupakan cerminan komitmen yang lebih luas untuk pemerataan pembangunan dan peningkatan kualitas hidup di seluruh wilayah Papua. Sinergi antara pemerintah daerah, TNI/Polri, dan tokoh adat dikedepankan sebagai model pendistribusian yang efektif.
Langkah ini diharapkan tidak hanya meringankan beban hidup masyarakat Deiyai, tetapi juga meningkatkan sukacita dalam menyambut momen Natal dan Tahun Baru, sekaligus memperkuat ikatan antara masyarakat dan pemerintah.
(YM)













