Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Gubernur Papua Tengah memberikan arahan tegas dalam acara pelantikan pejabat eselon di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Tengah. Dalam pidatonya, Gubernur menekankan bahwa sebagai provinsi baru, fokus utama saat ini adalah meletakkan fondasi pembangunan yang kuat melalui kerja nyata di sektor pendidikan, kesehatan, dan ekonomi. (14/02/2026).
Gubernur mengingatkan jajarannya bahwa masyarakat menanti bukti kerja, bukan sekadar retorika. Ia menegaskan bahwa prioritas utama pemerintah daerah adalah memastikan layanan dasar menyentuh masyarakat.
”Kita sudah berjanji kepada masyarakat untuk bekerja. Sekolah harus jalan, kesehatan jalan, pertumbuhan ekonomi jalan, dan bagaimana kita menciptakan kedamaian di negeri ini. Di luar itu, tidak ada visi-misi lain yang lebih penting,” tegas Gubernur di hadapan para pejabat yang dilantik.
Salah satu poin krusial dalam arahan tersebut adalah komitmen terhadap transparansi pengisian jabatan. Gubernur memastikan pembagian porsi jabatan telah diatur secara proporsional, yakni 70% untuk Orang Asli Papua (OAP) dan 30% untuk non-OAP.
Gubernur juga memperkenalkan pendekatan budaya ‘Dapapo’ atau prinsip bagi rata dalam distribusi peran antar-kabupaten.
• Keadilan Wilayah: Distribusi jabatan mencakup perwakilan dari Kabupaten Paniai, Deiyai, Nabire, dan wilayah lainnya.
• Transparansi: Data penempatan pejabat akan dibuka secara transparan kepada publik untuk menghindari kecurigaan.
• Sinergi: Gubernur mengingatkan bahwa peluang pengabdian tidak hanya ada di tingkat provinsi, tetapi juga di tingkat kabupaten.
Menjaga marwah pemerintahan menjadi sorotan utama. Gubernur mengibaratkan organisasi seperti ikan yang “busuk dari kepalanya”. Oleh karena itu, ia menuntut para pimpinan dinas untuk menjadi teladan bagi bawahannya.
Sebagai langkah konkret, akan diterapkan Pakta Integritas berjenjang dari tingkat Kepala Dinas hingga Kepala Seksi. Gubernur juga tidak segan-segan memberikan sanksi tegas bagi pejabat yang melakukan pelanggaran moral maupun administratif.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













