Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Dalam upaya menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat menyambut Hari Raya Idul Fitri 1447 H, Kepolisian Negara Republik Indonesia secara resmi menyelenggarakan Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Noken 2026. (12/03/2026).

Kegiatan yang dipusatkan di Provinsi Papua Tengah ini dipimpin langsung oleh Wakil Gubernur Papua Tengah Deinas Geley, S.Sos., M.Si dan dihadiri oleh Kapolda Papua Tengah, Kombes Pol. Jeremias Rontini, S.I.K., M.Si., beserta unsur Forkopimda.
Dalam sambutan tertulis pada apel tersebut, ditekankan bahwa Operasi Ketupat tahun ini dilaksanakan di tengah situasi dunia yang dinamis. Eskalasi konflik di Timur Tengah yang berdampak pada fluktuasi harga minyak dunia menjadi perhatian serius pemerintah.
”Situasi global saat ini berimplikasi pada stabilitas ekonomi. Namun, Pemerintah terus menempuh langkah strategis, mulai dari diplomasi politik luar negeri bebas aktif hingga penguatan subsidi energi untuk menjaga daya beli masyarakat,” tegas Kapolri dalam amanatnya.
Berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, potensi pergerakan masyarakat pada Lebaran 2026 diprediksi mencapai 143,9 juta orang. Meskipun angka ini turun tipis 1,75% dibandingkan tahun lalu, Polri tetap melakukan antisipasi maksimal melalui berbagai stimulus kebijakan seperti diskon tarif tol dan penerapan sistem Work From Anywhere (WFA).
Untuk mengawal arus besar tersebut, sebanyak 161.243 personel gabungan TNI-Polri dan instansi terkait dikerahkan dalam operasi yang berlangsung selama 13 hari, mulai 13 hingga 25 Maret 2026.
Selain kelancaran lalu lintas, Polri juga memberikan perhatian khusus pada kerawanan kamtibmas seperti kejahatan konvensional dan balap liar. “Kami menyediakan layanan penitipan kendaraan bermotor di kantor polisi dan melakukan patroli rutin di rumah-rumah kosong yang ditinggalkan pemudik,” lanjutnya.
Menyitir prediksi BMKG, masyarakat diminta waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi (hujan lebat dan banjir), terutama di wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara. Tim tanggap bencana telah disiagakan di titik-titik rawan untuk memastikan penanganan cepat jika terjadi situasi darurat.
Menutup amanatnya, Kapolri mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung kelancaran operasi ini dengan tidak melakukan panic buying BBM maupun kebutuhan pokok, mengingat stok nasional dalam kondisi aman.
”Keberhasilan Operasi Ketupat adalah tanggung jawab bersama. Mari kita wujudkan mudik yang aman dan keluarga yang bahagia sebagai ladang ibadah kita semua,” pungkasnya.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













