DPRP Papua Tengah Gelar Rapat Paripurna Kunci Bahas Isu Kemanusiaan dan Blok Wabu

- Penulis

Senin, 15 Desember 2025 - 15:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jurnalpapuanews.com || NABIRE — Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Tengah (DPRP PT) baru saja menyelesaikan Rapat Paripurna penting yang berfokus pada dua isu krusial: kemanusiaan dan masa depan Blok Wabu.

Rapat bersejarah ini diselenggarakan di Kantor DPRP Papua Tengah, Nabire, pada Senin (15/12/2025) sore, dipimpin langsung oleh Ketua DPRP Papua Tengah, Delius Tabuni.

Agenda utama rapat adalah penyampaian resmi laporan hasil kerja dari dua badan ad-hoc yang dibentuk DPRP:

​• Panitia Khusus (Pansus) Kemanusiaan: Laporan dibacakan oleh Anis Labene.

​• Tim Advokasi Blok Wabu: Laporan dibacakan oleh Henes Sondegau.

​Delius Tabuni menegaskan bahwa pembentukan Pansus (19 Agustus 2025, 15 anggota) dan Tim Advokasi (16 anggota) adalah “wujud kehadiran negara” yang merespons langsung aspirasi masyarakat, khususnya mahasiswa, terkait konflik bersenjata, isu HAM, dan eksplorasi di Blok Wabu, Kabupaten Intan Jaya.

​”Pembentukan Pansus dan Tim Advokasi merupakan wujud kehadiran negara dalam menjamin perlindungan hak asasi manusia, terutama bagi perempuan dan anak, serta memastikan penanganan konflik dilakukan secara adil dan bermartabat,” – Delius Tabuni, Ketua DPRP Papua Tengah.

Baca Juga:  Frits Ramandey: Penempatan Polri di Bawah Presiden Jamin Keamanan Nasional dan HAM

​Selama masa kerjanya, DPRP Papua Tengah telah mengambil langkah-langkah signifikan, termasuk pertemuan dengan Menteri ESDM (2 Oktober 2025) dan kunjungan langsung ke Intan Jaya, Puncak, dan Dogiyai.

Kesimpulan dan Rekomendasi Utama:

​1. Pendekatan Keamanan: Harus diutamakan melalui dialog dan penghormatan HAM.

2. ​Penanganan Pengungsi: Harus dilakukan secara manusiawi, dengan jaminan tempat tinggal yang layak.

Rapat Paripurna ini menunjukkan keseriusan berbagai pihak, dengan kehadiran sekitar 50 peserta dari unsur DPRP, Pemda, dan TNI-Polri.

Menutup rapat, Delius Tabuni menyampaikan apresiasi atas dedikasi Pansus dan Tim Advokasi. Harapan besar ditumpukan pada laporan ini:

​”Semoga laporan ini menjadi dasar pengambilan kebijakan yang adil, berkeadilan, dan berpihak pada kemanusiaan.”

​DPRP Papua Tengah kini menanti tindak lanjut konkret dari Pemerintah Daerah, Pemerintah Pusat, serta aparat keamanan TNI dan Polri atas seluruh rekomendasi yang telah disampaikan.

(red)

Editor : Yakop Mongan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Frits Ramandey: Penempatan Polri di Bawah Presiden Jamin Keamanan Nasional dan HAM
Gubernur Meki Nawipa Pimpin Apel Perdana 2026, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik di Papua Tengah
Jelang Tahun Baru 2026, Pemkab dan Polres Deiyai Tebar Bantuan Beras di 5 Distrik
Menebar Bahagia di Hari Raya: Upaya Pemprov Papua Tengah Beri Layanan Layak bagi Warga Rentan
Wabup Nabire: Jual Kembang Api Wajib Berizin Resmi
Benteng Demokrasi di DOB: Papua Tengah Mulai Ukur Indeks Demokrasi Indonesia (IDI) 2025
Tantangan Berat Menanti, Ratusan Anggota Satpol PP Papua Tengah Resmi Lulus Latsar 2025
Berita ini 37 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Januari 2026 - 11:15 WIB

Frits Ramandey: Penempatan Polri di Bawah Presiden Jamin Keamanan Nasional dan HAM

Senin, 5 Januari 2026 - 04:34 WIB

Gubernur Meki Nawipa Pimpin Apel Perdana 2026, Tegaskan Komitmen Pelayanan Publik di Papua Tengah

Senin, 29 Desember 2025 - 13:13 WIB

Jelang Tahun Baru 2026, Pemkab dan Polres Deiyai Tebar Bantuan Beras di 5 Distrik

Selasa, 23 Desember 2025 - 08:00 WIB

Menebar Bahagia di Hari Raya: Upaya Pemprov Papua Tengah Beri Layanan Layak bagi Warga Rentan

Senin, 15 Desember 2025 - 15:51 WIB

DPRP Papua Tengah Gelar Rapat Paripurna Kunci Bahas Isu Kemanusiaan dan Blok Wabu

Berita Terbaru