Jurnalpapuanews.com || Nabire, Papua Tengah – Komitmen nyata TNI Angkatan Darat (AD) untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat di wilayah terpencil Papua Tengah terwujud melalui peresmian program TNI AD Manunggal Air Bersih, MCK (Mandi, Cuci, Kakus), dan Rumah Tidak Layak Huni di Kampung Lani, Distrik Teluk Kimi, Nabire, pada Rabu (10/12/2025).

Acara bersejarah ini diresmikan langsung oleh Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad), menandakan perhatian serius pimpinan TNI terhadap kesejahteraan masyarakat di Bumi Cenderawasih.
Kehadiran Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, S.I.K., dalam peresmian ini menjadi sorotan utama. Kehadiran beliau bukan hanya sekadar formalitas, melainkan bukti nyata sinergi yang kuat antara TNI dan Polri dalam mendukung program-program pembangunan.
Program yang dilaksanakan di wilayah Kodam XVII/Cenderawasih/Korem 173 PVB ini menegaskan bahwa aparat keamanan tidak hanya berfokus pada stabilitas keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak dalam pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat.
Program Manunggal ini adalah wujud komitmen kemanusiaan TNI AD dalam membantu pemerintah daerah. Tujuannya sangat mendasar:
• Menyediakan akses Air Bersih yang merupakan sumber kehidupan utama.
• Membangun fasilitas sanitasi (MCK) yang layak, untuk kesehatan dan kebersihan lingkungan.
• Merevitalisasi Rumah Tidak Layak Huni, memberikan tempat tinggal yang lebih sehat dan nyaman.
Diharapkan, inisiatif ini dapat memberikan dampak langsung dan signifikan, utamanya bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang selama ini kesulitan mengakses infrastruktur dasar.
Masyarakat Kampung Lani menyambut program ini dengan antusias dan penuh rasa syukur. Mereka menyampaikan apresiasi tinggi atas perhatian yang diberikan oleh pemerintah dan aparat keamanan.
”Kami sangat berterima kasih. Air bersih dan tempat tinggal yang layak adalah impian kami. Semoga program seperti ini bisa dilanjutkan di kampung-kampung lain,” ujar salah seorang tokoh masyarakat.
Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkuat kolaborasi tiga pilar—Pemerintah Daerah, TNI, dan Polri—dalam mendukung agenda pembangunan. Upaya menyentuh kebutuhan dasar masyarakat secara langsung seperti ini dinilai mampu mendorong kepercayaan publik dan memperkuat stabilitas keamanan, yang merupakan fondasi utama bagi kemajuan di Papua Tengah.
(YM)













