Jurnalpapuanews.com || Nabire, Papua Tengah — Badan Musyawarah Adat (BMA) Kepala Suku Besar Kepulauan Moor menggelar kegiatan Refleksi Bersama Mengenai Sejarah Papua dalam rangka memperingati Hari Kesaktian Pancasila. Acara yang dihadiri sekitar 200 peserta ini berlangsung di Aula LPP RRI Nabire, Jl. Merdeka, Kelurahan Karang Mulia, Distrik Nabire, Kabupaten Nabire, Jumat (9/10/2026).

Kegiatan yang dikoordinir oleh Kepala Suku Besar Suku Moora, Donatus Sembor, tersebut mengusung tema “Kesaktian Pancasila dan Kilas Balik Sejarah Papua: Meneguhkan Komitmen Suku Moora untuk Persatuan Papua Tengah”, dengan subtema “Memaknai Nilai-Nilai Pancasila Melalui Refleksi Historis Papua demi Menjaga Kerukunan dan Perdamaian Berkelanjutan”.
Acara secara resmi dibuka oleh Komandan Lanal Nabire, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi, S.T., M.Tr.Opsla., yang hadir mewakili unsur Forkopimda. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pasi Ops Dim 1705/Nabire Kapten Inf Marselus Tunyanan, praktisi akademisi Johanis M. Ramandey, S.TP., M.Si., tokoh masyarakat Yustinus Singgamui, Hans F. Liborang, serta warga masyarakat Suku Moora.

Dalam sambutan pembukanya, Letkol Laut (P) Mario Marco Wainarisi menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif masyarakat adat Suku Moor. Ia menekankan bahwa dialog dan refleksi sejarah ini sangat penting untuk memperkuat pemahaman sejarah, kesadaran kebangsaan, serta menjaga kerukunan di Papua Tengah.
”Persatuan, kerukunan, dan perdamaian merupakan kunci terciptanya kehidupan yang aman dan sejahtera. Mari jadikan sejarah sebagai pembelajaran, Pancasila sebagai pedoman, dan persaudaraan sebagai kekuatan untuk mewujudkan Papua yang damai, adil, dan sejahtera,” ujar Danlanal Nabire.
Sesi pemaparan materi diawali oleh Johanis M. Ramandey yang mengulas refleksi sejarah Papua dan pemaknaan nilai-nilai Pancasila. Selanjutnya, Donatus Sembor memaparkan pentingnya membumikan Pancasila dalam tindakan sehari-hari, kedewasaan berpolitik, serta perlunya penulisan historiografi sejarah Papua berbasis metodologi ilmiah guna memverifikasi tradisi lisan dan dokumen resmi.
Acara dilanjutkan dengan dialog interaktif yang dipandu oleh Dwi Masani dan diakhiri dengan pesan penutup dari para narasumber yang mengajak seluruh peserta untuk terus menyebarkan kebaikan serta kedamaian di tengah masyarakat.
Sebagai puncak kegiatan, Kepala Suku Besar Moora Donatus Sembor memimpin pembacaan Pernyataan Sikap yang menegaskan komitmen masyarakat Papua Tengah, khususnya yang mendiami Pulau Mor, Mambor, Hariti, Mosandure, Maspawa, dan Arung.
Dalam pernyataan tersebut, masyarakat Suku Moora menyatakan dukungan penuh terhadap program pembangunan Pemerintah Pusat di wilayah Papua Tengah, sekaligus secara tegas menolak segala bentuk isu hoaks yang berpotensi memecah belah persatuan. Pekikan “NKRI Harga Mati!” turut menggemakan komitmen kebangsaan seluruh peserta yang hadir.
Rangkaian kegiatan diakhiri dengan menyanyikan lagu “Tanah Papua”, pembacaan doa oleh Yustinus Singgamui, serta sesi ramah tamah yang disertai pembagian sembako kepada peserta. Seluruh acara berakhir pada pukul 11.40 WIT dalam keadaan aman dan kondusif.
Editor : Yakop Mongan













