Jurnalpapuanews.com || NABIRE – Rangkaian peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Sedunia di Nabire, Papua Tengah, pada Rabu (10/12) berlangsung aman dan terkendali, berkat sinergi pengamanan terpusat dari personel gabungan TNI/Polri, Brimob, dan Satpol PP. Aksi yang dimotori oleh Front Rakyat bersama Mahasiswa dan Pelajar ini sukses menyuarakan isu-isu krusial mulai dari dugaan pelanggaran HAM hingga tuntutan penarikan militer. (10/12/2025).

Pengamanan dimulai sejak pagi hari pukul 06.40 WIT dengan Apel Konsolidasi di Polres Nabire yang dipimpin Wakapolres KOMPOL Dr. Piter Kendek, S.Sos., M.M. Total 684 personel gabungan disebar ke enam titik utama aksi unjuk rasa: Pasar SP 1 Bumi Raya, Hotel Adamant–Wadio, Kampus Uswim, Depan RSUD Nabire & KPR Siriwini, Pasar Karang, dan Kantor DPR Provinsi Papua Tengah sebagai titik puncak.

”Wakapolres menekankan pentingnya pengecekan kelengkapan dan profesionalitas personel dalam menjaga situasi tetap kondusif,” ujar sumber internal Polres Nabire.
Pada pukul 14.30 WIT, sekitar 300 massa aksi dari berbagai elemen seperti USWIM, STAK, SPWP, KNPB, FIM-WP, dan Green Papua, berkumpul di Kantor DPR Provinsi Papua Tengah. Mereka membawa berbagai atribut dan spanduk, menegaskan tuntutan yang berfokus pada:
• Penghentian eksploitasi sumber daya alam.
• Protes terhadap investasi yang dinilai merugikan rakyat.
• Penghentian militerisme dan dugaan pelanggaran HAM.
• Tuntutan tegas penarikan militer organik maupun non-organik dari Papua Tengah.
Aspirasi massa diterima langsung oleh perwakilan DPRP Papua Tengah, yang berkomitmen untuk menampung dan menindaklanjuti tuntutan sesuai mekanisme yang berlaku. Pernyataan sikap resmi akhirnya diserahkan kepada DPRP pada pukul 16.30 WIT. Seluruh rangkaian aksi berakhir dengan tertib pada pukul 17.10 WIT.
Kesuksesan pengamanan ini ditutup dengan Apel Konsolidasi Akhir yang dipimpin langsung oleh Kapolres Nabire AKBP Samuel D. Tatiratu, S.I.K.
Kapolres menyampaikan apresiasi tinggi kepada seluruh personel. “Saya mengapresiasi kinerja seluruh personel yang telah memberikan pelayanan prima dan pengamanan maksimal, sehingga seluruh dinamika aksi dapat berlangsung tertib, aman dan terkendali,” tegas AKBP Samuel.
Ia juga tak lupa mengucapkan terima kasih kepada seluruh elemen masyarakat, tokoh pemuda, tokoh adat, dan para peserta aksi yang telah bekerja sama menjaga situasi keamanan dan ketertiban. Setelah apel ditutup pukul 18.00 WIT, personel melanjutkan dengan patroli sterilisasi wilayah, memastikan Nabire kembali normal.
Aksi Hari HAM Sedunia di Nabire ini menjadi contoh bagaimana penyampaian aspirasi dapat berjalan dinamis, keras dalam tuntutan, namun tetap diimbangi dengan keamanan dan ketertiban yang terjaga dengan baik.
(YM)













