Jurnalpapuanews.com ||NABIRE – Upaya pencarian terhadap Yanti Bau Liku (5), balita yang menjadi korban jatuhnya truk ke laut di Dermaga Samabusa, menghadapi rintangan berat pada pencarian hari kedua, Minggu (28/12/2025). Tim SAR gabungan terpaksa memperluas radius penyisiran hingga satu kilometer akibat kondisi alam yang tidak menentu.

Setelah memulai operasi sejak pukul 08.00 WIT, tim gabungan dari Lanal Nabire dan Basarnas Nabire memutuskan untuk memperlebar jangkauan pencarian. Jika sebelumnya fokus hanya pada titik jatuhnya kendaraan, kini petugas menyisir area hingga radius 100 hingga 1.000 meter dari dermaga.
Keputusan ini diambil setelah tim mempertimbangkan pergerakan arus bawah laut yang dinamis, yang diduga kuat telah menyeret posisi korban menjauh dari lokasi awal kejadian.
Operasi penyelaman yang dimulai pukul 09.00 WIT menemui kendala teknis yang serius. Para penyelam melaporkan kondisi lingkungan bawah air yang sangat ekstrem:
• Turbulensi Air: Arus deras di bawah struktur dermaga menciptakan pusaran yang membahayakan keselamatan penyelam.
• Jarak Pandang Terbatas: Sedimen pasir dan lumpur yang terangkat dari dasar laut membuat air menjadi sangat keruh (gelap), sehingga proses identifikasi objek menjadi sangat sulit.
• Masalah Komunikasi: Kondisi air yang pekat mengganggu orientasi serta koordinasi antar penyelam di bawah permukaan.

Setelah sempat beristirahat dan melakukan pengisian ulang tabung oksigen pada siang hari, tim kembali berjibaku hingga sore hari. Namun, karena faktor keamanan dan pencahayaan yang mulai minim, operasi dihentikan sementara menjelang petang.
”Kami tetap berkomitmen melanjutkan pencarian secara bertahap. Fokus kami adalah menemukan korban sesegera mungkin dan memastikan proses evakuasi bangkai truk berjalan aman,” ujar perwakilan Tim SAR di lokasi.
Rencananya, pencarian akan kembali dilanjutkan pada esok hari dengan mengevaluasi hasil penyisiran hari ini dan memetakan kembali titik-titik potensial berdasarkan arah arus laut.
(YM)
Editor : Yakop Mongan













