Dramatis di Nabire: Dugaan Rencana Kibarkan Bintang Kejora Berakhir di Tangan Polisi

- Penulis

Rabu, 3 Desember 2025 - 09:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JurnalPapuaNews.com || NABIRE – Aksi long march yang diduga berujung pada rencana pengibaran bendera Bintang Kejora di Pantai Waroki, Nabire, berakhir dramatis pada Senin siang, 1 Desember 2025. Sepuluh pemuda, mayoritas mahasiswa dan pelajar, sempat diamankan oleh aparat Polres Nabire dalam sebuah operasi pengamanan yang cepat.

Kelompok ini, yang berawal dari aksi jalan kaki dari Tanah Merah, dilaporkan meneriakkan yel-yel bernada pemerdekaan. Kapolres Nabire, AKBP Samuel Tatiratu, menjelaskan bahwa petugas awalnya berupaya menghentikan rombongan di wilayah Jayanti.

​”Mereka berpencar dan kabur,” ungkap AKBP Tatiratu. Namun, melalui patroli lanjutan, aparat kembali menemukan sebagian peserta aksi berkumpul di Pantai Waroki, sebuah lokasi yang dicurigai menjadi tempat persiapan pengibaran bendera terlarang tersebut.

Dalam operasi pengamanan, sepuluh orang—delapan laki-laki dan dua perempuan—berhasil diamankan. Mereka teridentifikasi sebagai pelajar dan mahasiswa dari institusi lokal seperti USWIM dan STIKES, serta beberapa pemuda dengan pekerjaan tidak tetap.

Baca Juga:  Hari HAM Sedunia: Nabire Kondusif, Aksi Massa Tuntut Isu Krusial Papua Tengah

Meskipun sempat diamankan, nasib ke-10 pemuda ini berujung pada keputusan yang mengedepankan pendekatan humanis.

​Kapolres Tatiratu memastikan bahwa seluruhnya telah dipulangkan ke keluarga masing-masing pada Selasa pagi, 2 Desember 2025. Pemulangan ini dilakukan setelah penyidik menimbang bahwa alat bukti yang tersedia tidak cukup untuk menjerat mereka dengan dugaan tindak pidana makar.

​“Polres Nabire mengedepankan kehati-hatian, prinsip humanis, dan pendekatan restorative justice dalam menyelesaikan perkara ini,” ujar Kapolres.

​Kapolres Tatiratu menjadikan insiden ini sebagai pelajaran penting, secara khusus mengimbau para orang tua untuk meningkatkan pengawasan terhadap aktivitas putra-putri mereka agar tidak terseret dalam tindakan yang dapat merugikan masa depan.

(YM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel jurnalpapuanews.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Momentum Ramadhan: Sinergi Lintas Sektor di Nabire Pastikan Kelancaran Program Gizi Masa Depan
​Satgas Damai Cartenz Intensifkan Patroli Dialogis guna Menjamin Keamanan Masyarakat Kiwirok
Yonif TP 804/DBAY Salurkan Zakat Fitrah bagi Warga Nabire di Bulan Ramadan
Polda Papua Barat Siagakan Pengamanan Total Demi Kondusivitas Perayaan Idul Fitri
Tarian Iblis di Balik Jeruji: Ketika Negara Menjebak Nurani Rakyatnya Sendiri
Pro-Kontra Vonis Jekson Sihombing: Penegakan Hukum atau Ancaman bagi Aktivis?
Satgas Damai Cartenz Bekuk Narapidana Pelarian Lapas Wamena
Pastikan Nabire Aman, Polres Gelar Patroli Skala Besar Cipta Kondisi
Berita ini 45 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 20 Maret 2026 - 09:40 WIB

Momentum Ramadhan: Sinergi Lintas Sektor di Nabire Pastikan Kelancaran Program Gizi Masa Depan

Jumat, 20 Maret 2026 - 05:19 WIB

​Satgas Damai Cartenz Intensifkan Patroli Dialogis guna Menjamin Keamanan Masyarakat Kiwirok

Jumat, 20 Maret 2026 - 04:27 WIB

Yonif TP 804/DBAY Salurkan Zakat Fitrah bagi Warga Nabire di Bulan Ramadan

Kamis, 19 Maret 2026 - 05:19 WIB

Tarian Iblis di Balik Jeruji: Ketika Negara Menjebak Nurani Rakyatnya Sendiri

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:55 WIB

Pro-Kontra Vonis Jekson Sihombing: Penegakan Hukum atau Ancaman bagi Aktivis?

Berita Terbaru